"Menjelajah Bahasa Indonesia, Memaknai Sastra"

Bahasa Indonesia mempersatukan hati, pikiran, dan langkah anak bangsa. Melalui bahasa, tumbuh cinta tanah air, identitas, dan semangat persatuan. Bahasa menjadi jembatan ilmu, literasi, dan kreativitas bagi generasi penerus. Dari sanalah lahir generasi cerdas yang mengharumkan dan membanggakan Indonesia.

Literasi Digital dalam Pembelajaran: Mengapa Guru Perlu Menguasai Teknologi?

 


Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia memperoleh informasi, berkomunikasi, bekerja, dan belajar. Perubahan tersebut juga membawa tantangan baru bagi dunia pendidikan. Guru tidak hanya berhadapan dengan buku dan papan tulis, tetapi juga dengan laptop, papan interaktif digital, internet, berbagai sumber belajar digital, aplikasi pembelajaran, serta perangkat teknologi lainnya.

Dalam kondisi tersebut, kemampuan menggunakan teknologi menjadi salah satu bagian penting dari kompetensi yang perlu dikembangkan guru.

Namun, literasi digital guru tidak sama dengan sekadar bisa menggunakan perangkat digital.

Guru yang memiliki literasi digital perlu memahami bagaimana teknologi digunakan secara tepat, aman, efektif, dan bermakna untuk mendukung pembelajaran. Guru perlu mengetahui fungsi perangkat, memilih teknologi sesuai kebutuhan, mengevaluasi sumber informasi, menjaga keamanan data, serta menghubungkan penggunaan teknologi dengan tujuan pembelajaran.

Materi Bimbingan Teknis Penguatan Digitalisasi Pembelajaran juga menekankan bahwa penguasaan perangkat digital mencakup kemampuan mengenali, mengoperasikan, merawat, melakukan troubleshooting sederhana, serta memanfaatkannya untuk mendukung pembelajaran yang interaktif.

Karena itu, peningkatan literasi digital guru menjadi salah satu fondasi penting dalam pelaksanaan digitalisasi pembelajaran di sekolah.

Apa Itu Literasi Digital Guru?

Literasi digital secara sederhana dapat dipahami sebagai kemampuan menggunakan teknologi digital dan informasi yang tersedia melalui teknologi tersebut secara tepat dan bertanggung jawab.

Dalam konteks pendidikan, literasi digital guru memiliki cakupan yang lebih luas. Guru bukan hanya pengguna perangkat, tetapi juga menjadi perancang pengalaman belajar yang memanfaatkan teknologi.

Guru perlu mampu menjawab beberapa pertanyaan penting:

  • Teknologi apa yang tersedia di sekolah?

  • Apa fungsi perangkat tersebut?

  • Untuk kegiatan pembelajaran apa perangkat tersebut dapat digunakan?

  • Bagaimana cara menggunakannya secara efektif?

  • Bagaimana menjaga perangkat dan data tetap aman?

  • Bagaimana memilih informasi digital yang dapat dipercaya?

  • Bagaimana teknologi dapat membantu murid belajar?

Pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa literasi digital berkaitan erat dengan kemampuan pedagogis.

Guru yang mampu menyalakan laptop atau mengoperasikan papan interaktif digital memang memiliki keterampilan teknis. Namun, keterampilan tersebut belum cukup apabila guru belum mampu menentukan kapan, mengapa, dan untuk tujuan apa teknologi digunakan.

Penelitian Prasetyo mengenai pemanfaatan teknologi informasi di sekolah dasar menunjukkan bahwa teknologi dapat digunakan sebagai alat bantu administrasi, media pembelajaran, maupun sumber belajar. Penelitian tersebut juga mengidentifikasi beberapa hambatan, antara lain keterampilan guru, keterbatasan fasilitas, dan ketidaksesuaian antara perangkat dengan fasilitas pendukung.

Mengapa Guru Perlu Menguasai Teknologi?

Ada beberapa alasan mengapa literasi digital perlu menjadi bagian dari pengembangan kompetensi guru.

1. Teknologi Sudah Menjadi Bagian dari Lingkungan Belajar

Murid saat ini hidup dalam lingkungan yang semakin dekat dengan teknologi. Mereka dapat menemukan informasi melalui internet, menonton video, menggunakan aplikasi, dan berinteraksi dengan berbagai bentuk media digital.

Sekolah perlu membantu murid agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi menjadi pengguna yang mampu berpikir kritis dan bertanggung jawab.

Dalam konteks tersebut, guru memiliki peran penting sebagai pendamping.

Guru perlu memahami teknologi agar dapat membimbing murid dalam menggunakannya untuk belajar.

Artinya, guru tidak cukup hanya mengatakan kepada murid untuk mencari informasi di internet. Guru juga perlu mengajarkan bagaimana menentukan informasi yang relevan, membandingkan sumber, memahami isi informasi, dan menggunakannya secara bertanggung jawab.

2. Teknologi Dapat Memperkaya Sumber Belajar

Sebelum perkembangan teknologi digital, sumber belajar di sekolah banyak bergantung pada buku dan bahan cetak.

Saat ini, sumber belajar dapat hadir dalam berbagai bentuk.

Guru dapat menggunakan:

  • buku digital;

  • artikel;

  • video pembelajaran;

  • gambar;

  • infografis;

  • simulasi;

  • kuis interaktif;

  • audio;

  • presentasi;

  • situs pendidikan; dan

  • berbagai sumber belajar digital lainnya.

Keragaman sumber tersebut memberikan peluang bagi guru untuk menyesuaikan pembelajaran dengan karakteristik materi dan kebutuhan murid.

Namun, banyaknya sumber belajar digital juga menghadirkan tantangan. Tidak semua informasi yang ditemukan di internet sesuai untuk digunakan dalam pembelajaran.

Karena itu, literasi digital guru juga mencakup kemampuan menyeleksi dan mengevaluasi informasi.

3. Guru Dapat Mengembangkan Pembelajaran yang Lebih Interaktif

Teknologi memungkinkan pembelajaran berlangsung secara lebih interaktif.

Misalnya, penggunaan Papan Interaktif Digital atau PID dapat memungkinkan guru dan murid berinteraksi langsung dengan materi yang ditampilkan.

Berdasarkan materi Bimtek, PID memiliki sejumlah fungsi seperti menulis dan menggambar pada layar, memindahkan objek, menggunakan papan tulis digital, menampilkan multimedia, menyimpan hasil pekerjaan, serta mengakses informasi melalui koneksi internet.

Fitur tersebut dapat digunakan untuk berbagai aktivitas.

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, misalnya, guru dapat menampilkan sebuah teks kemudian meminta murid menandai gagasan utama secara langsung pada layar.

Dalam pembelajaran matematika, guru dapat menggunakan tampilan interaktif untuk mengelompokkan objek, membaca data, atau menyelesaikan persoalan.

Dengan demikian, perangkat digital tidak hanya berfungsi sebagai layar untuk menampilkan materi.

Perangkat dapat menjadi bagian dari aktivitas belajar murid.

Menguasai Teknologi Tidak Berarti Harus Menguasai Semua Aplikasi

Salah satu kesalahpahaman dalam pengembangan kompetensi digital adalah anggapan bahwa guru yang literat digital harus mampu menguasai banyak aplikasi.

Padahal, jumlah aplikasi yang dikuasai bukan ukuran utama.

Guru dapat memiliki banyak aplikasi di perangkatnya, tetapi belum tentu mampu menggunakannya secara efektif dalam pembelajaran.

Sebaliknya, seorang guru mungkin hanya menguasai beberapa perangkat atau aplikasi, tetapi mampu menggunakannya secara tepat sesuai tujuan pembelajaran.

Karena itu, pengembangan literasi digital sebaiknya dimulai dari kebutuhan.

Misalnya, guru ingin membuat pembelajaran membaca menjadi lebih menarik. Guru tidak perlu langsung mencari banyak aplikasi.

Guru dapat mulai dengan menggunakan laptop dan layar digital untuk menampilkan teks, gambar, atau video pendek sebagai stimulus. Selanjutnya murid diberi aktivitas membaca, berdiskusi, menemukan informasi, dan menyampaikan pendapat.

Teknologi digunakan karena memang membantu mencapai tujuan pembelajaran.

Mengenal Perangkat Digital di Sekolah

Literasi digital guru juga perlu diawali dengan pengenalan terhadap perangkat yang tersedia di sekolah.

Materi Bimtek mengelompokkan berbagai peralatan digital pembelajaran ke dalam beberapa kelompok, antara lain perangkat tampilan dan presentasi kelas, perangkat komputasi dan pembelajaran, jaringan dan konektivitas internet, perangkat audio, perangkat perekaman dan produksi konten, perangkat cetak dan administrasi, penyimpanan data dan backup, serta perangkat keamanan dan proteksi.

Pemahaman tersebut penting karena setiap perangkat memiliki fungsi yang berbeda.

Perangkat tampilan

Contohnya adalah PID, smart TV, proyektor, dan layar proyektor.

Perangkat ini dapat digunakan untuk menampilkan materi, video, gambar, presentasi, atau aktivitas pembelajaran.

Perangkat komputasi

Contohnya laptop, komputer, mini PC, tablet, dan telepon pintar.

Perangkat komputasi dapat digunakan untuk mengakses sumber belajar, mengolah informasi, membuat media, melakukan asesmen, dan berbagai aktivitas lainnya.

Jaringan dan konektivitas

Contohnya router, access point, modem, switch, kabel LAN, dan repeater.

Jaringan menjadi bagian penting ketika pembelajaran membutuhkan akses internet atau komunikasi antarperangkat.

Penyimpanan dan pencadangan data

Contohnya hard disk eksternal, SSD, flashdisk, NAS, dan cloud drive.

Guru perlu memahami bahwa data pembelajaran juga harus dikelola dan dicadangkan dengan baik.

Perangkat keamanan dan proteksi

Keamanan perangkat juga perlu diperhatikan. Materi Bimtek memasukkan CCTV, UPS atau stabilizer, kunci perangkat, lemari penyimpanan, serta perangkat lunak sebagai bagian dari perangkat keamanan dan proteksi.

Pemahaman terhadap berbagai jenis perangkat tersebut membantu guru menggunakan fasilitas sekolah secara lebih bertanggung jawab.

Literasi Digital Juga Berkaitan dengan Perawatan Perangkat

Perangkat digital sekolah merupakan fasilitas yang perlu dijaga bersama.

Guru yang menggunakan laptop, PID, hard disk, atau perangkat lain perlu memahami penggunaan dasar dan perawatannya.

Perawatan sederhana dapat dimulai dari kebiasaan seperti:

  • menggunakan perangkat sesuai prosedur;

  • menjaga kebersihan perangkat;

  • menghindari benturan atau kerusakan fisik;

  • menyimpan perangkat di tempat yang aman;

  • menggunakan sumber listrik dengan baik;

  • melakukan pencadangan data;

  • menjaga kabel dan konektor;

  • melakukan pembaruan perangkat lunak bila diperlukan; dan

  • melaporkan gangguan perangkat sesuai prosedur sekolah.

Hal tersebut penting karena perangkat digital tidak hanya digunakan sekali.

Semakin baik perangkat dikelola, semakin besar peluang perangkat tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan untuk mendukung pembelajaran.

Keamanan Digital Tidak Boleh Diabaikan

Kemampuan menggunakan teknologi juga perlu disertai kesadaran terhadap keamanan digital.

Guru dapat menyimpan berbagai data penting dalam perangkat, misalnya dokumen pembelajaran, nilai, bahan asesmen, data administrasi, dan informasi lain yang berkaitan dengan sekolah.

Karena itu, guru perlu memiliki kebiasaan menjaga keamanan akun dan perangkat.

Beberapa langkah dasar yang dapat dilakukan antara lain:

  • menggunakan kata sandi yang kuat;

  • tidak membagikan kata sandi kepada orang lain;

  • berhati-hati membuka tautan yang tidak dikenal;

  • melakukan pencadangan data penting;

  • menggunakan perangkat sesuai kewenangan;

  • tidak sembarangan memasukkan data pribadi ke layanan digital; dan

  • memeriksa keamanan sumber atau aplikasi sebelum digunakan.

Keamanan digital menjadi semakin penting ketika teknologi digunakan dalam kegiatan pembelajaran yang melibatkan banyak pengguna.

Dari Keterampilan Teknis Menuju Kompetensi Pedagogis Digital

Literasi digital guru sebaiknya berkembang dari keterampilan teknis menuju kompetensi pedagogis.

Tahap pertama adalah mengenal perangkat.

Guru mengetahui nama, fungsi, bagian, dan karakteristik perangkat.

Tahap kedua adalah mengoperasikan perangkat.

Guru mampu menggunakan fitur dasar perangkat untuk kegiatan pembelajaran.

Tahap ketiga adalah mengintegrasikan perangkat.

Guru mulai menghubungkan teknologi dengan tujuan pembelajaran, materi, metode, dan aktivitas murid.

Tahap keempat adalah mengevaluasi pemanfaatan teknologi.

Guru menilai apakah penggunaan teknologi benar-benar membantu murid belajar.

Tahapan tersebut penting karena tujuan akhir digitalisasi bukan membuat guru semakin sibuk dengan teknologi.

Tujuannya adalah membuat teknologi menjadi alat yang mendukung pembelajaran.

Penelitian mengenai kompetensi pedagogis digital guru juga menempatkan kemampuan mengintegrasikan teknologi secara efektif dalam proses pembelajaran sebagai hal penting dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan.

Teknologi Harus Membantu Murid Belajar

Pertanyaan utama setelah guru menggunakan perangkat digital seharusnya adalah:

“Apa yang menjadi lebih baik dalam proses belajar murid?”

Jika penggunaan teknologi hanya membuat guru lebih mudah menampilkan materi, manfaatnya masih terbatas.

Sebaliknya, jika teknologi membantu murid memahami konsep, mengakses informasi, melakukan eksplorasi, berkolaborasi, berlatih, mendapatkan umpan balik, atau merefleksikan pembelajaran, maka teknologi telah memiliki fungsi pedagogis yang lebih kuat.

Contohnya, guru menggunakan laptop untuk menampilkan sebuah teks.

Penggunaan teknologi tersebut menjadi lebih bermakna jika murid kemudian:

  1. membaca teks;

  2. menemukan informasi penting;

  3. mengidentifikasi kata atau gagasan tertentu;

  4. berdiskusi dengan teman;

  5. menyampaikan hasil analisis;

  6. mendapatkan umpan balik; dan

  7. melakukan refleksi.

Dalam skenario tersebut, perangkat hanya menjadi sarana.

Aktivitas berpikir murid tetap menjadi pusat pembelajaran.

Literasi Digital Mendukung Literasi dan Numerasi

Dalam materi Bimtek, pengoperasian perangkat digital diarahkan untuk mendukung penguatan literasi dan numerasi.

Artinya, penguasaan teknologi guru sebaiknya tidak berdiri sendiri.

Guru perlu menghubungkannya dengan kebutuhan pembelajaran.

Dalam literasi, teknologi dapat digunakan untuk mengakses dan mengolah berbagai teks dan informasi.

Dalam numerasi, teknologi dapat digunakan untuk menyajikan data, tabel, grafik, gambar, maupun persoalan kontekstual.

Sebagai contoh, guru dapat menggunakan perangkat digital untuk menampilkan tabel jumlah buku yang dibaca siswa dalam satu bulan. Murid kemudian diminta membaca data, membandingkan jumlah, menghitung selisih, membuat kesimpulan, atau menyajikan kembali informasi dalam bentuk grafik.

Dalam satu aktivitas tersebut, teknologi dapat mendukung literasi sekaligus numerasi.

Hal ini menunjukkan bahwa digitalisasi pembelajaran sebaiknya terintegrasi dengan tujuan pendidikan, bukan berdiri sebagai kegiatan teknologi semata.

Bagaimana Guru Dapat Meningkatkan Literasi Digital?

Peningkatan literasi digital tidak harus dilakukan melalui kegiatan yang rumit.

Guru dapat memulainya melalui beberapa kebiasaan sederhana.

Pertama, kenali perangkat yang tersedia

Luangkan waktu untuk memahami fungsi laptop, PID, jaringan, penyimpanan, dan perangkat pendukung yang tersedia di sekolah.

Kedua, berlatih menggunakan fitur dasar

Jangan hanya mengetahui nama perangkat. Cobalah fitur yang memang relevan untuk pembelajaran.

Ketiga, mulai dari satu kebutuhan pembelajaran

Pilih satu masalah pembelajaran yang ingin diperbaiki.

Kemudian cari tahu apakah teknologi dapat membantu menyelesaikannya.

Keempat, berbagi praktik dengan guru lain

Guru dapat membentuk komunitas belajar sederhana untuk saling berbagi pengalaman, media, dan cara menggunakan perangkat.

Kelima, lakukan refleksi

Setelah menggunakan teknologi, tanyakan:

  • Apakah murid lebih aktif?

  • Apakah materi lebih mudah dipahami?

  • Apakah waktu pembelajaran menjadi lebih efektif?

  • Apakah teknologi justru menimbulkan masalah baru?

  • Apa yang perlu diperbaiki pada pembelajaran berikutnya?

Refleksi tersebut membantu guru berkembang secara bertahap.

Jangan Takut Belajar Teknologi Secara Bertahap

Perubahan teknologi berlangsung cepat. Karena itu, guru tidak perlu merasa harus menguasai semuanya sekaligus.

Yang lebih penting adalah memiliki kemauan untuk belajar dan mencoba.

Guru dapat memulai dari perangkat yang sudah tersedia di sekolah.

Misalnya, jika sekolah sudah memiliki laptop dan PID, manfaatkan terlebih dahulu kedua perangkat tersebut secara optimal. Setelah guru terbiasa, pemanfaatan teknologi dapat dikembangkan dengan sumber belajar digital, media interaktif, asesmen digital, dan teknologi lainnya sesuai kebutuhan.

Pengembangan kompetensi juga dapat dilakukan melalui pelatihan, komunitas belajar, berbagi praktik baik, dan kegiatan pendampingan.

Penelitian pengembangan e-modul untuk meningkatkan kompetensi ICT guru sekolah dasar menunjukkan adanya kebutuhan penguatan kemampuan guru dalam menghadapi tantangan pemanfaatan teknologi.

Penutup

Literasi digital guru merupakan bagian penting dalam keberhasilan digitalisasi pembelajaran.

Menguasai teknologi tidak berarti guru harus menjadi ahli dalam semua perangkat dan aplikasi. Yang lebih penting adalah kemampuan memahami fungsi teknologi, mengoperasikan perangkat yang tersedia, memilih sumber belajar yang sesuai, menjaga keamanan, merawat fasilitas, serta mengintegrasikan teknologi dengan tujuan pembelajaran.

Materi Bimtek pengenalan perangkat digital menegaskan bahwa digitalisasi pembelajaran tidak berhenti pada tersedianya perangkat. Guru perlu mampu memanfaatkan perangkat tersebut secara tepat untuk mendukung pembelajaran yang interaktif, aman, efektif, dan bermakna.

Dengan demikian, keberhasilan digitalisasi sekolah tidak hanya ditentukan oleh jumlah perangkat yang tersedia.

Guru yang memiliki literasi digital akan menentukan bagaimana perangkat tersebut benar-benar menjadi bagian dari proses belajar.

Teknologi dapat membantu membuka lebih banyak sumber belajar, menghadirkan pengalaman yang interaktif, mendukung literasi dan numerasi, serta memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar dengan cara yang lebih beragam.

Pada akhirnya, teknologi hanyalah sarana.

Guru tetap menjadi pengarah pembelajaran, sedangkan murid tetap menjadi pusat dari proses belajar.



Referensi

Bentri, A., Hidayati, A., Saputra, A., & Arina, N. (2025). The analysis of teacher digital pedagogical competencies in facing technological development in learning. Cakrawala Pendidikan, 44(2). https://doi.org/10.21831/cp.v44i2.70839

Prasetyo, E. B. (2015). Pola pemanfaatan teknologi informasi di sekolah dasar. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan, 7(2). https://doi.org/10.21831/jpipfip.v7i2.4916

Raisah, N., Setyawati, R., Riuddani, A. L., Afifah, F. N. N., Ardiansyah, M. N., & Firdaus, F. M. (2021). Pengembangan e-modul Funteach berbasis edutainment untuk meningkatkan kompetensi Information Communication and Technology bagi guru sekolah dasar. Epistema, 2(2). https://doi.org/10.21831/ep.v2i2.43898

Labels: ai

Thanks for reading Literasi Digital dalam Pembelajaran: Mengapa Guru Perlu Menguasai Teknologi?. Please share...!

0 Komentar untuk "Literasi Digital dalam Pembelajaran: Mengapa Guru Perlu Menguasai Teknologi?"

Back To Top