Membaca Skimming dan Scanning: Pengertian, Perbedaan, Tujuan, Teknik, serta Contoh Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari
Di era digital saat ini, informasi tersedia dalam jumlah yang sangat besar dan dapat diakses dengan mudah melalui buku, artikel, jurnal, situs web, media sosial, maupun berbagai sumber informasi lainnya. Banyaknya informasi tersebut menuntut seseorang memiliki keterampilan membaca yang efektif agar mampu memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam waktu yang relatif singkat.
Tidak semua bacaan harus dibaca secara perlahan dari awal hingga akhir. Dalam situasi tertentu, seseorang hanya membutuhkan gambaran umum dari sebuah bacaan atau hanya ingin menemukan informasi tertentu tanpa harus membaca keseluruhan isi teks. Oleh karena itu, diperlukan teknik membaca cepat yang dapat membantu pembaca mencapai tujuan tersebut.
Dua teknik membaca cepat yang paling sering digunakan adalah skimming dan scanning. Kedua teknik ini banyak diajarkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia karena sangat bermanfaat dalam kegiatan belajar, penelitian, pekerjaan administrasi, hingga aktivitas sehari-hari.
Meskipun sama-sama termasuk teknik membaca cepat, skimming dan scanning memiliki tujuan, cara kerja, serta hasil yang berbeda. Artikel ini akan membahas secara lengkap pengertian, tujuan, karakteristik, langkah-langkah, perbedaan, kelebihan, kekurangan, dan contoh penerapan membaca skimming dan scanning.
Pengertian Membaca
Sebelum membahas skimming dan scanning, penting untuk memahami terlebih dahulu pengertian membaca.
Membaca merupakan proses memperoleh informasi dari lambang-lambang bahasa tulis melalui kegiatan mengenali, memahami, menafsirkan, dan mengevaluasi isi bacaan. Membaca bukan sekadar melihat huruf atau kata, tetapi juga memahami makna yang terkandung di dalamnya.
Kemampuan membaca menjadi salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting karena menjadi sarana utama dalam memperoleh ilmu pengetahuan, memperluas wawasan, dan meningkatkan kemampuan berpikir.
Pengertian Membaca Skimming
Skimming adalah teknik membaca cepat yang dilakukan untuk memperoleh gambaran umum atau inti suatu bacaan tanpa membaca seluruh isi teks secara rinci.
Dalam teknik ini, pembaca berusaha menemukan ide pokok, topik utama, atau ringkasan isi bacaan dengan cara membaca bagian-bagian tertentu yang dianggap penting.
Ketika melakukan skimming, pembaca tidak perlu membaca setiap kata atau setiap kalimat. Fokus utama teknik ini adalah memperoleh pemahaman umum mengenai isi teks.
Dengan kata lain, skimming digunakan untuk menjawab pertanyaan:
"Secara umum, bacaan ini membahas tentang apa?"
Tujuan Membaca Skimming
Tujuan utama membaca skimming adalah memperoleh gambaran umum isi bacaan dalam waktu singkat.
Beberapa tujuan spesifik skimming antara lain:
- Mengetahui topik utama bacaan.
- Menentukan relevansi suatu bacaan.
- Memperoleh gambaran umum sebelum membaca secara mendalam.
- Menentukan apakah suatu buku atau artikel layak dibaca lebih lanjut.
- Mengetahui struktur isi suatu tulisan.
- Menghemat waktu ketika menghadapi banyak bacaan.
Ciri-Ciri Membaca Skimming
Membaca skimming memiliki beberapa karakteristik berikut:
- Dilakukan dengan cepat.
- Tidak membaca seluruh isi bacaan secara detail.
- Fokus pada ide pokok.
- Mengutamakan pemahaman umum.
- Membaca bagian-bagian tertentu yang dianggap penting.
- Cocok digunakan untuk meninjau bacaan yang panjang.
Langkah-Langkah Membaca Skimming
Agar hasil skimming lebih efektif, pembaca dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
1. Membaca Judul
Judul biasanya memberikan gambaran umum mengenai topik yang dibahas.
Contoh:
"Peran Perpustakaan Sekolah dalam Meningkatkan Literasi Siswa"
Dari judul tersebut, pembaca dapat langsung mengetahui bahwa isi bacaan berkaitan dengan perpustakaan sekolah dan literasi.
2. Membaca Subjudul
Subjudul membantu memahami struktur dan pembahasan utama dalam bacaan.
3. Membaca Paragraf Pembuka
Paragraf pertama umumnya berisi pengantar atau penjelasan mengenai topik yang dibahas.
4. Membaca Kalimat Utama
Pada banyak teks, kalimat utama sering berada di awal atau akhir paragraf.
5. Memperhatikan Kata Kunci
Kata yang dicetak tebal, miring, atau diberi warna tertentu biasanya mengandung informasi penting.
6. Membaca Kesimpulan
Kesimpulan membantu pembaca memahami inti keseluruhan bacaan.
Kelebihan Membaca Skimming
Beberapa kelebihan teknik skimming antara lain:
1. Menghemat Waktu
Pembaca dapat memahami isi umum suatu teks tanpa membaca seluruh bagian.
2. Memudahkan Seleksi Informasi
Skimming membantu menentukan apakah suatu bacaan relevan dengan kebutuhan.
3. Efektif untuk Banyak Bacaan
Sangat berguna bagi siswa, mahasiswa, guru, pustakawan, dan peneliti yang harus membaca banyak dokumen.
4. Membantu Persiapan Belajar
Dapat digunakan sebagai langkah awal sebelum membaca secara intensif.
Kekurangan Membaca Skimming
Selain memiliki kelebihan, teknik ini juga mempunyai keterbatasan.
1. Informasi Detail Bisa Terlewat
Karena fokus pada gambaran umum, detail penting mungkin tidak terbaca.
2. Tidak Cocok untuk Analisis Mendalam
Skimming kurang tepat digunakan ketika pembaca membutuhkan pemahaman rinci.
3. Berisiko Salah Menafsirkan Isi
Jika dilakukan terlalu cepat, pembaca dapat salah memahami maksud penulis.
Pengertian Membaca Scanning
Scanning adalah teknik membaca cepat yang digunakan untuk menemukan informasi tertentu dalam sebuah bacaan.
Dalam scanning, pembaca tidak berusaha memahami seluruh isi teks. Fokusnya hanya pada data atau informasi yang sedang dicari.
Teknik ini digunakan untuk menjawab pertanyaan:
"Di mana informasi yang saya cari berada?"
Tujuan Membaca Scanning
Tujuan utama scanning adalah menemukan informasi spesifik secara cepat.
Beberapa tujuan scanning meliputi:
- Mencari nama tertentu.
- Menemukan angka atau data statistik.
- Mencari tanggal.
- Menemukan istilah tertentu.
- Menemukan nomor halaman.
- Menemukan fakta spesifik dalam dokumen.
Ciri-Ciri Membaca Scanning
Karakteristik scanning antara lain:
- Dilakukan dengan cepat.
- Berorientasi pada pencarian informasi tertentu.
- Tidak membaca seluruh isi bacaan.
- Menggunakan kata kunci sebagai panduan.
- Berhenti membaca setelah informasi ditemukan.
Langkah-Langkah Membaca Scanning
1. Menentukan Informasi yang Dicari
Pembaca harus mengetahui terlebih dahulu informasi yang ingin ditemukan.
Misalnya:
- Nama siswa.
- Tahun terbit buku.
- Jumlah koleksi perpustakaan.
2. Menentukan Kata Kunci
Kata kunci akan mempermudah pencarian informasi.
3. Menyapu Teks dengan Cepat
Mata bergerak cepat menelusuri halaman tanpa membaca setiap kata.
4. Menemukan Informasi yang Dicari
Ketika kata atau data yang dicari ditemukan, pembaca berhenti dan membaca bagian tersebut secara lebih teliti.
Kelebihan Membaca Scanning
1. Sangat Efisien
Memungkinkan pembaca menemukan informasi dalam waktu singkat.
2. Menghemat Energi
Tidak perlu membaca keseluruhan teks.
3. Cocok untuk Dokumen Panjang
Berguna saat mencari data tertentu dalam laporan atau buku yang tebal.
4. Meningkatkan Produktivitas
Membantu menyelesaikan pekerjaan yang melibatkan banyak dokumen.
Kekurangan Membaca Scanning
1. Tidak Memahami Isi Keseluruhan
Pembaca hanya fokus pada informasi tertentu.
2. Informasi Konteks Bisa Terabaikan
Data yang ditemukan mungkin kurang dipahami jika konteksnya tidak dibaca.
3. Membutuhkan Fokus Tinggi
Kesalahan dalam menentukan kata kunci dapat menyebabkan informasi terlewat.
Perbedaan Membaca Skimming dan Scanning
Meskipun keduanya merupakan teknik membaca cepat, terdapat perbedaan mendasar.
| Aspek | Skimming | Scanning |
|---|---|---|
| Tujuan | Mengetahui isi umum bacaan | Menemukan informasi tertentu |
| Fokus | Ide pokok | Data spesifik |
| Cara Membaca | Membaca bagian penting | Menyapu teks mencari kata kunci |
| Hasil | Gambaran umum | Informasi khusus |
| Pertanyaan Utama | Bacaan ini tentang apa? | Di mana informasi yang dicari? |
Contoh Skimming dalam Kehidupan Sehari-hari
Memilih Buku di Perpustakaan
Seseorang membaca judul, daftar isi, dan ringkasan buku sebelum memutuskan meminjamnya.
Membaca Berita Online
Pembaca hanya melihat judul dan beberapa paragraf awal untuk mengetahui isi berita.
Menelaah Artikel Ilmiah
Peneliti membaca abstrak dan kesimpulan sebelum memutuskan membaca artikel secara penuh.
Meninjau Modul Pembelajaran
Guru membaca bagian-bagian utama modul sebelum menggunakannya dalam pembelajaran.
Contoh Scanning dalam Kehidupan Sehari-hari
Mencari Nama pada Daftar Hadir
Guru langsung mencari nama siswa tertentu tanpa membaca seluruh daftar.
Mencari Nomor Telepon
Seseorang membuka buku kontak dan langsung mencari nama yang diinginkan.
Mencari Data dalam Laporan
Operator sekolah mencari jumlah peserta didik pada laporan statistik.
Mencari Buku di Katalog Perpustakaan
Pustakawan mencari nomor klasifikasi atau ISBN buku tertentu.
Penerapan Skimming dan Scanning di Perpustakaan Sekolah
Bagi pustakawan sekolah, kedua teknik ini sangat penting.
Skimming digunakan untuk:
- Menilai isi buku baru.
- Menentukan kategori koleksi.
- Membuat resensi buku.
- Menyeleksi bahan pustaka.
Scanning digunakan untuk:
- Mencari data bibliografi.
- Menemukan nomor panggil buku.
- Memeriksa data anggota.
- Menelusuri informasi pada katalog.
Penerapan Skimming dan Scanning dalam Dunia Pendidikan
Guru dan siswa dapat memanfaatkan kedua teknik ini untuk meningkatkan efektivitas belajar.
Pada Guru
- Menelaah dokumen kurikulum.
- Membaca referensi pembelajaran.
- Menyiapkan bahan ajar.
Pada Siswa
- Menemukan jawaban tugas.
- Menyiapkan presentasi.
- Membaca buku pelajaran secara efisien.
Tips Melatih Kemampuan Skimming dan Scanning
Untuk Skimming
- Biasakan membaca judul dan subjudul.
- Cari kalimat utama.
- Perhatikan kata kunci.
- Latih membaca dengan batas waktu.
Untuk Scanning
- Tentukan tujuan pencarian.
- Fokus pada kata kunci.
- Hindari membaca seluruh teks.
- Gunakan penanda visual seperti angka atau huruf tebal.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Pada Skimming
- Membaca terlalu cepat hingga kehilangan inti bacaan.
- Tidak memperhatikan struktur teks.
- Mengabaikan kesimpulan.
Pada Scanning
- Tidak menentukan kata kunci.
- Membaca seluruh teks sehingga kehilangan efisiensi.
- Kurang fokus saat mencari data.
Kesimpulan
Skimming dan scanning merupakan dua teknik membaca cepat yang sangat penting dalam kegiatan belajar, bekerja, dan mencari informasi. Meskipun sama-sama bertujuan menghemat waktu, keduanya memiliki fungsi yang berbeda.
Skimming digunakan untuk memperoleh gambaran umum atau ide pokok suatu bacaan. Teknik ini membantu pembaca memahami isi teks secara keseluruhan tanpa harus membaca setiap kata.
Sebaliknya, scanning digunakan untuk menemukan informasi tertentu seperti nama, angka, tanggal, atau data spesifik. Teknik ini memungkinkan pembaca memperoleh informasi yang dibutuhkan secara cepat dan efisien.
Dengan menguasai kedua teknik tersebut, seseorang dapat meningkatkan efektivitas membaca, menghemat waktu, serta memperoleh informasi yang diperlukan dengan lebih mudah. Bagi siswa, guru, pustakawan, dan masyarakat umum, kemampuan skimming dan scanning merupakan keterampilan literasi yang sangat bermanfaat dalam menghadapi derasnya arus informasi pada era digital.
Referensi
Dalman. (2021). Keterampilan membaca. Jakarta: Rajawali Pers.
Tarigan, H. G. (2015). Membaca sebagai suatu keterampilan berbahasa. Bandung: Angkasa.
Somadayo, S. (2018). Strategi dan teknik pembelajaran membaca. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Abidin, Y. (2019). Pembelajaran literasi: Strategi meningkatkan kemampuan literasi matematika, sains, membaca, dan menulis. Jakarta: Bumi Aksara.
Rahim, F. (2018). Pengajaran membaca di sekolah dasar. Jakarta: Bumi Aksara.
Nurhadi. (2016). Teknik membaca. Jakarta: Bumi Aksara