Ruang Bahasa dan Sastra

"Menjelajah Bahasa Indonesia, Memaknai Sastra"

Bahasa Indonesia mempersatukan hati, pikiran, dan langkah anak bangsa. Melalui bahasa, tumbuh cinta tanah air, identitas, dan semangat persatuan. Bahasa menjadi jembatan ilmu, literasi, dan kreativitas bagi generasi penerus. Dari sanalah lahir generasi cerdas yang mengharumkan dan membanggakan Indonesia.

50 Ungkapan Bahasa Indonesia Sehari-hari untuk BIPA A1: Arti dan Contoh Kalimat

 


Belajar bahasa Indonesia bagi penutur asing tidak cukup hanya dengan menghafal kosakata. Pemelajar juga perlu mengetahui bagaimana sebuah kata atau ungkapan digunakan dalam percakapan nyata. Ungkapan seperti “permisi”, “silakan”, “tidak apa-apa”, atau “boleh minta tolong?” mungkin terlihat sederhana, tetapi sangat sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tingkat A1, ungkapan sederhana sangat penting karena menjadi bekal untuk berkomunikasi dalam situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pada tingkat awal, pemelajar diarahkan untuk memahami dan menggunakan bahasa dalam kebutuhan konkret, rutin, dan situasi yang sederhana.

Karena itu, mempelajari ungkapan secara langsung dalam konteks akan lebih membantu daripada hanya menghafalkan daftar kata. Misalnya, pemelajar tidak hanya mengetahui kata “tolong”, tetapi juga memahami penggunaan “Tolong bantu saya.” Dengan demikian, pemelajar dapat langsung mempraktikkannya ketika berada di sekolah, tempat kerja, rumah, toko, restoran, atau ketika berinteraksi dengan masyarakat Indonesia.

Artikel ini menyajikan 50 ungkapan bahasa Indonesia sehari-hari untuk BIPA A1. Setiap ungkapan dilengkapi dengan arti dan contoh penggunaannya agar lebih mudah dipahami oleh pemelajar pemula.

Mengapa Ungkapan Sehari-hari Penting untuk Pemelajar BIPA A1?

Pada tingkat A1, pemelajar masih membangun dasar kemampuan berbahasa. Kosakata yang digunakan biasanya berkaitan dengan identitas diri, keluarga, aktivitas harian, tempat, makanan, transportasi, waktu, dan kebutuhan sederhana.

Namun, mengetahui kosakata saja belum tentu membuat seseorang dapat berkomunikasi dengan lancar.

Contohnya, seseorang mungkin sudah mengetahui kata “makan”, “restoran”, dan “pesan”. Akan tetapi, ia tetap membutuhkan pola ungkapan seperti:

“Saya mau pesan nasi goreng.”

Ungkapan tersebut lebih dekat dengan komunikasi nyata karena dapat langsung digunakan ketika berada di restoran.

Bahan ajar BIPA tingkat awal juga perlu memperhatikan situasi komunikasi dan konteks budaya. Penelitian tentang pengembangan materi BIPA menunjukkan bahwa kebutuhan pemelajar tingkat awal berkaitan dengan penggunaan bahasa dalam situasi sehari-hari, termasuk salam, sapaan, kegiatan rutin, meminta bantuan, dan berbagai kebutuhan komunikasi dasar.

Oleh sebab itu, daftar berikut tidak hanya berisi arti secara harfiah, tetapi juga memberikan gambaran kapan ungkapan tersebut dapat digunakan.

50 Ungkapan Bahasa Indonesia Sehari-hari untuk BIPA A1

A. Salam dan Sapaan

1. Selamat pagi

Arti: Salam yang digunakan pada pagi hari.

Contoh:

“Selamat pagi, Bu.”

Ungkapan ini biasanya digunakan sejak pagi hingga menjelang siang. Pemelajar dapat menggunakannya ketika bertemu guru, teman, tetangga, atau orang lain.

2. Selamat siang

Arti: Salam yang digunakan pada siang hari.

Contoh:

“Selamat siang, Pak. Apa kabar?”

Ungkapan ini cocok digunakan ketika bertemu seseorang pada waktu siang.

3. Selamat sore

Arti: Salam yang digunakan pada waktu sore.

Contoh:

“Selamat sore. Apakah Anda sudah makan?”

Ungkapan ini umum digunakan pada sore hari sebelum malam.

4. Selamat malam

Arti: Salam yang digunakan pada malam hari.

Contoh:

“Selamat malam, sampai besok.”

Ungkapan ini dapat digunakan ketika bertemu atau menyapa seseorang pada malam hari.

5. Apa kabar?

Arti: Pertanyaan untuk menanyakan keadaan seseorang.

Contoh:

“Hai, Anna. Apa kabar?”

Jawaban yang sederhana antara lain:

“Baik, terima kasih.”

Ungkapan ini merupakan salah satu bentuk komunikasi dasar yang sangat berguna bagi pemelajar BIPA A1.

6. Sampai jumpa

Arti: Salam ketika akan berpisah dan berharap bertemu kembali.

Contoh:

“Saya pulang dulu. Sampai jumpa besok.”

Ungkapan ini terdengar ramah dan dapat digunakan dalam situasi sehari-hari.

7. Sampai nanti

Arti: Akan bertemu kembali dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Contoh:

“Saya pergi ke kantin dulu. Sampai nanti.”

Ungkapan ini cocok digunakan ketika seseorang hanya berpisah untuk sementara.

8. Hati-hati, ya

Arti: Pesan agar seseorang menjaga keselamatan atau berhati-hati.

Contoh:

“Kamu mau pergi sekarang? Hati-hati, ya.”

Kata “ya” pada akhir kalimat membuat ungkapan terdengar lebih ramah dan tidak terlalu kaku.

B. Ungkapan Sopan Santun

9. Terima kasih

Arti: Ungkapan untuk menunjukkan rasa berterima kasih.

Contoh:

“Terima kasih sudah membantu saya.”

Ini merupakan ungkapan dasar yang sangat penting dalam komunikasi bahasa Indonesia.

10. Terima kasih banyak

Arti: Bentuk terima kasih yang lebih kuat atau lebih menekankan penghargaan.

Contoh:

“Terima kasih banyak atas bantuan Anda.”

Ungkapan ini dapat digunakan ketika seseorang merasa sangat terbantu.

11. Sama-sama

Arti: Jawaban atas ucapan “terima kasih”.

Contoh:

“Terima kasih.”

“Sama-sama.”

Pemelajar BIPA sebaiknya mengingat pasangan ungkapan ini karena sangat sering muncul dalam percakapan.

12. Maaf

Arti: Ungkapan untuk meminta pengampunan atau menunjukkan penyesalan.

Contoh:

“Maaf, saya terlambat.”

“Maaf” juga dapat digunakan ketika ingin menarik perhatian seseorang secara sopan.

13. Maaf, boleh bertanya?

Arti: Permintaan izin sebelum mengajukan pertanyaan.

Contoh:

“Maaf, boleh bertanya? Di mana stasiun?”

Ungkapan ini sangat berguna ketika pemelajar ingin bertanya kepada orang yang belum dikenal.

14. Permisi

Arti: Ungkapan sopan ketika melewati seseorang, masuk ke suatu tempat, atau ingin menarik perhatian.

Contoh:

“Permisi, saya mau lewat.”

Dalam situasi tertentu, “permisi” lebih alami daripada langsung mengatakan “saya mau lewat”.

15. Silakan

Arti: Persilaan atau memberikan izin kepada seseorang.

Contoh:

“Silakan duduk.”

“Silakan masuk.”

Ungkapan ini sering digunakan di rumah, sekolah, kantor, toko, maupun tempat pelayanan.

16. Tolong

Arti: Kata yang digunakan ketika meminta bantuan.

Contoh:

“Tolong buka pintunya.”

Untuk membuat permintaan lebih sopan, pemelajar dapat menggunakan:

“Tolong bantu saya.”

17. Boleh minta tolong?

Arti: Permintaan bantuan dengan cara yang sopan.

Contoh:

“Boleh minta tolong? Saya tidak mengerti.”

Ungkapan ini sangat berguna untuk pemelajar pemula karena dapat digunakan dalam berbagai situasi.

18. Tidak apa-apa

Arti: Tidak masalah atau tidak perlu dikhawatirkan.

Contoh:

“Maaf, saya terlambat.”

“Tidak apa-apa.”

Ungkapan ini juga sering digunakan untuk menenangkan seseorang.

C. Ungkapan untuk Memahami Percakapan

19. Saya tidak mengerti

Arti: Menyatakan bahwa seseorang belum memahami sesuatu.

Contoh:

“Maaf, saya tidak mengerti.”

Ungkapan ini sangat penting bagi pemelajar BIPA karena membantu mereka meminta penjelasan ketika menemukan bahasa yang belum dipahami.

20. Saya mengerti

Arti: Menyatakan bahwa seseorang sudah memahami informasi.

Contoh:

“Apakah Anda mengerti?”

“Ya, saya mengerti.”

21. Bisa ulangi?

Arti: Meminta seseorang mengatakan kembali sesuatu.

Contoh:

“Maaf, bisa ulangi?”

Ungkapan ini berguna ketika lawan bicara berbicara terlalu cepat atau suara kurang terdengar.

22. Bisa bicara lebih pelan?

Arti: Meminta seseorang berbicara dengan kecepatan yang lebih lambat.

Contoh:

“Maaf, bisa bicara lebih pelan?”

Ini merupakan ungkapan yang sangat praktis bagi pembelajar bahasa pada tingkat awal.

23. Apa artinya?

Arti: Pertanyaan untuk mengetahui arti suatu kata atau ungkapan.

Contoh:

“Apa arti kata ‘ramai’?”

Dalam percakapan sehari-hari, bentuk “Apa artinya?” juga sering digunakan.

24. Bagaimana cara mengatakannya?

Arti: Pertanyaan tentang cara menyampaikan sesuatu dalam bahasa tertentu.

Contoh:

“Bagaimana cara mengatakannya dalam bahasa Indonesia?”

Ungkapan ini membantu pemelajar ketika ingin menemukan kosakata yang belum diketahui.

25. Bisa tolong jelaskan?

Arti: Meminta seseorang memberikan penjelasan.

Contoh:

“Bisa tolong jelaskan lagi?”

Ungkapan ini cocok digunakan di kelas atau ketika berbicara dengan seseorang yang sedang memberikan informasi.

D. Ungkapan untuk Meminta dan Memberikan Informasi

26. Di mana ...?

Arti: Pertanyaan untuk mengetahui lokasi.

Contoh:

“Di mana toilet?”

“Di mana stasiun?”

Pola ini merupakan salah satu pola pertanyaan dasar yang penting untuk BIPA A1.

27. Ada di mana?

Arti: Menanyakan lokasi seseorang atau sesuatu.

Contoh:

“Restoran itu ada di mana?”

Ungkapan ini sering digunakan dalam percakapan informal.

28. Berapa harganya?

Arti: Pertanyaan untuk mengetahui harga.

Contoh:

“Berapa harganya, Bu?”

Ungkapan ini sangat berguna ketika berbelanja di pasar, toko, atau tempat lain.

29. Saya mau ...

Arti: Menyatakan keinginan.

Contoh:

“Saya mau membeli air.”

“Saya mau makan.”

Pola “Saya mau + kata kerja” sangat mudah dipelajari oleh pemelajar tingkat A1.

30. Saya ingin ...

Arti: Menyatakan keinginan dengan bentuk yang relatif lebih formal.

Contoh:

“Saya ingin belajar bahasa Indonesia.”

“ Saya ingin ...” dapat digunakan dalam situasi umum, sedangkan “saya mau ...” sangat lazim dalam percakapan sehari-hari.

31. Saya tidak mau ...

Arti: Menyatakan bahwa seseorang tidak menginginkan sesuatu.

Contoh:

“Saya tidak mau kopi. Saya mau teh.”

Ungkapan ini dapat digunakan untuk menyampaikan pilihan sederhana.

32. Saya suka ...

Arti: Menyatakan kesukaan.

Contoh:

“Saya suka makanan Indonesia.”

33. Saya tidak suka ...

Arti: Menyatakan ketidaksukaan.

Contoh:

“Saya tidak suka makanan pedas.”

Ungkapan ini berguna ketika membicarakan makanan, minuman, kegiatan, atau hobi.

E. Ungkapan dalam Situasi Makan dan Berbelanja

34. Sudah makan?

Arti: Pertanyaan untuk menanyakan apakah seseorang sudah makan.

Contoh:

“Halo, sudah makan?”

Dalam budaya Indonesia, pertanyaan tentang makan dapat menjadi bentuk perhatian atau sapaan. Tidak selalu berarti seseorang benar-benar sedang mengajak makan.

35. Selamat makan

Arti: Ucapan kepada seseorang yang akan atau sedang makan.

Contoh:

“Makanannya sudah datang. Selamat makan!”

Ungkapan ini sering digunakan dalam situasi makan bersama.

36. Mau pesan apa?

Arti: Pertanyaan tentang makanan atau minuman yang ingin dipesan.

Contoh:

“Mau pesan apa?”

“Saya mau pesan nasi goreng.”

Ungkapan ini sangat berguna ketika belajar percakapan di restoran atau warung.

37. Saya pesan ...

Arti: Menyatakan makanan atau minuman yang ingin dipesan.

Contoh:

“Saya pesan satu nasi goreng dan satu teh.”

Pola ini dapat langsung dipraktikkan dalam kegiatan bermain peran di kelas BIPA.

38. Ada yang lebih murah?

Arti: Pertanyaan untuk mencari barang dengan harga lebih rendah.

Contoh:

“Ada yang lebih murah?”

Ungkapan ini berguna ketika berbelanja di pasar atau toko.

39. Saya lihat-lihat dulu

Arti: Menyatakan bahwa seseorang ingin melihat barang terlebih dahulu sebelum membeli.

Contoh:

“Mau membeli apa?”

“Saya lihat-lihat dulu.”

Ungkapan ini sangat khas dalam situasi berbelanja dan penting untuk diketahui pemelajar karena maknanya tidak selalu dapat dipahami jika diterjemahkan kata per kata.

40. Ada ukuran lain?

Arti: Menanyakan apakah tersedia ukuran yang berbeda.

Contoh:

“Baju ini terlalu kecil. Ada ukuran lain?”

Ungkapan ini dapat digunakan ketika membeli pakaian, sepatu, atau barang yang memiliki ukuran berbeda.

F. Ungkapan untuk Aktivitas Sehari-hari

41. Saya sedang ...

Arti: Menyatakan kegiatan yang sedang dilakukan.

Contoh:

“Saya sedang belajar.”

“Saya sedang makan.”

Pola ini membantu pemelajar menjelaskan aktivitas yang sedang berlangsung.

42. Sebentar, ya

Arti: Meminta seseorang menunggu dalam waktu singkat.

Contoh:

“Sebentar, ya. Saya ambil buku dulu.”

Ungkapan ini sangat umum dalam percakapan informal.

43. Tunggu sebentar

Arti: Meminta seseorang menunggu sebentar.

Contoh:

“Tunggu sebentar. Saya segera datang.”

Bentuk ini lebih langsung daripada “Sebentar, ya”.

44. Saya segera kembali

Arti: Menyatakan bahwa seseorang akan kembali dalam waktu tidak lama.

Contoh:

“Saya pergi sebentar. Saya segera kembali.”

Ungkapan ini cocok digunakan ketika seseorang meninggalkan tempat untuk sementara.

45. Saya sudah selesai

Arti: Menyatakan bahwa suatu kegiatan telah selesai dilakukan.

Contoh:

“Saya sudah selesai makan.”

“Saya sudah selesai belajar.”

46. Belum selesai

Arti: Menyatakan bahwa suatu kegiatan masih berlangsung.

Contoh:

“Apakah tugasnya sudah selesai?”

“Belum selesai.”

Ungkapan ini merupakan bentuk sederhana untuk menjelaskan keadaan atau proses.

47. Tunggu dulu

Arti: Meminta seseorang menunggu sebelum melakukan sesuatu.

Contoh:

“Tunggu dulu. Saya belum siap.”

Kata “dulu” di sini memberikan makna bahwa tindakan tersebut perlu ditunda sementara.

G. Ungkapan Persetujuan dan Respons

48. Baik

Arti: Menunjukkan penerimaan, persetujuan, atau kesediaan.

Contoh:

“Besok kita belajar pukul sembilan.”

“Baik.”

Ungkapan “baik” dapat digunakan dalam situasi formal maupun netral.

49. Tidak masalah

Arti: Tidak ada persoalan atau keberatan.

Contoh:

“Apakah saya boleh datang terlambat sedikit?”

“Tidak masalah.”

Ungkapan ini memiliki fungsi yang mirip dengan “tidak apa-apa”, tetapi konteks penggunaannya dapat sedikit berbeda.

50. Sampai besok

Arti: Salam perpisahan ketika kedua orang diperkirakan akan bertemu kembali pada hari berikutnya.

Contoh:

“Terima kasih untuk hari ini.”

“Sama-sama. Sampai besok!”

Ungkapan ini sederhana, tetapi sangat berguna bagi pemelajar yang mulai berinteraksi secara rutin dengan teman, guru, atau rekan kerja.

Bonus: Cara Mudah Menghafal 50 Ungkapan Bahasa Indonesia

Menghafalkan 50 ungkapan sekaligus mungkin terasa berat bagi pemelajar BIPA A1. Cara yang lebih efektif adalah mempelajarinya berdasarkan situasi.

Misalnya, hari pertama fokus pada ungkapan salam:

  • Selamat pagi

  • Selamat siang

  • Selamat sore

  • Selamat malam

  • Apa kabar?

  • Sampai jumpa

  • Sampai nanti

  • Hati-hati, ya

Hari berikutnya dapat dilanjutkan dengan ungkapan sopan santun:

  • Terima kasih

  • Terima kasih banyak

  • Sama-sama

  • Maaf

  • Permisi

  • Silakan

  • Tolong

  • Boleh minta tolong?

  • Tidak apa-apa

Dengan cara tersebut, pemelajar tidak hanya mengingat bentuk bahasa, tetapi juga menghubungkannya dengan situasi komunikasi tertentu.

Jangan Hanya Menghafal, tetapi Gunakan dalam Percakapan

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan ketika belajar bahasa asing adalah menghafalkan banyak kata tanpa menggunakannya.

Misalnya, pemelajar sudah hafal kata:

makan, minum, pergi, belajar, membeli, restoran, air, dan harga.

Namun, hafalan tersebut akan lebih bermanfaat apabila digunakan menjadi kalimat:

“Saya mau makan.”

“Saya mau minum.”

“Saya mau pergi.”

“Berapa harganya?”

“Saya pesan satu nasi goreng.”

Dengan latihan seperti itu, pemelajar mulai memahami bagaimana kosakata bekerja dalam komunikasi.

Pembelajaran BIPA tingkat awal memang sebaiknya dekat dengan kebutuhan komunikasi nyata. Penelitian mengenai materi BIPA 1 menunjukkan pentingnya kosakata kehidupan sehari-hari, struktur kalimat sederhana, pertanyaan sederhana, serta aktivitas komunikasi yang dapat digunakan dalam situasi nyata.

Perhatikan Tingkat Kesopanan

Pemelajar BIPA juga perlu memahami bahwa bahasa Indonesia mempunyai beberapa pilihan ungkapan yang maknanya hampir sama, tetapi tingkat kesopanannya dapat berbeda.

Perhatikan contoh berikut:

“Tunggu!”

Kalimat tersebut dapat terdengar cukup langsung.

Sementara itu:

“Tunggu sebentar, ya.”

terdengar lebih ramah dalam banyak situasi percakapan.

Contoh lain:

“Apa?”

dapat digunakan dalam situasi tertentu, tetapi ketika tidak memahami ucapan orang lain, bentuk berikut biasanya lebih aman:

“Maaf, bisa ulangi?”

atau

“Maaf, saya tidak mengerti.”

Demikian pula ketika ingin meminta bantuan. Daripada hanya mengatakan:

“Bantu saya!”

pemelajar dapat menggunakan:

“Boleh minta tolong?”

atau:

“Tolong bantu saya.”

Kemampuan memilih ungkapan yang sesuai situasi merupakan bagian penting dari kemampuan berkomunikasi, bukan sekadar kemampuan menerjemahkan kata.

Contoh Percakapan Singkat Menggunakan Ungkapan BIPA A1

Berikut contoh percakapan yang menggabungkan beberapa ungkapan di atas.

Anna: Selamat pagi, Rina.

Rina: Selamat pagi. Apa kabar?

Anna: Baik, terima kasih. Kamu?

Rina: Saya juga baik.

Anna: Maaf, boleh bertanya?

Rina: Silakan.

Anna: Di mana kantin?

Rina: Kantin ada di sebelah kelas.

Anna: Terima kasih.

Rina: Sama-sama.

Anna: Saya mau makan dulu.

Rina: Baik. Sampai nanti.

Anna: Sampai nanti. Hati-hati, ya.

Percakapan tersebut sederhana, tetapi sudah memuat beberapa fungsi komunikasi yang penting bagi pemelajar A1, yaitu menyapa, menanyakan kabar, meminta izin bertanya, meminta informasi, mengucapkan terima kasih, merespons ucapan terima kasih, menyampaikan keinginan, dan mengakhiri percakapan.

Tips Latihan untuk Pemelajar BIPA A1

Agar 50 ungkapan di atas tidak hanya menjadi daftar hafalan, cobalah menggunakan metode “1 ungkapan, 1 situasi”.

Pilih satu ungkapan setiap hari dan tentukan situasi penggunaannya.

Contohnya:

Hari Senin — “Permisi”

Situasi: ingin melewati seseorang.

Kalimat:

“Permisi, saya mau lewat.”

Hari Selasa — “Boleh minta tolong?”

Situasi: membutuhkan bantuan.

Kalimat:

“Boleh minta tolong? Saya tidak tahu jalan.”

Hari Rabu — “Berapa harganya?”

Situasi: berbelanja.

Kalimat:

“Berapa harganya?”

Hari Kamis — “Saya tidak mengerti.”

Situasi: tidak memahami penjelasan.

Kalimat:

“Maaf, saya tidak mengerti.”

Hari Jumat — “Sampai jumpa.”

Situasi: mengakhiri pertemuan.

Kalimat:

“Terima kasih. Sampai jumpa.”

Latihan seperti ini membantu pemelajar menghubungkan ungkapan dengan pengalaman nyata. Untuk pembelajaran BIPA, konteks juga penting karena bahasa digunakan bukan hanya untuk membentuk kalimat yang benar, tetapi untuk melakukan tindakan komunikasi tertentu.

Kesimpulan

Menguasai ungkapan bahasa Indonesia sehari-hari merupakan langkah penting bagi pemelajar BIPA A1. Lima puluh ungkapan yang dibahas dalam artikel ini mencakup berbagai situasi dasar, mulai dari menyapa, meminta bantuan, bertanya, berbelanja, makan, memahami percakapan, sampai mengakhiri pertemuan.

Beberapa ungkapan yang sebaiknya diprioritaskan oleh pemelajar pemula adalah:

“Apa kabar?”, “Terima kasih”, “Sama-sama”, “Maaf”, “Permisi”, “Silakan”, “Tolong”, “Boleh minta tolong?”, “Saya tidak mengerti”, “Bisa ulangi?”, “Berapa harganya?”, “Saya mau ...”, “Tidak apa-apa”, dan “Sampai jumpa.”

Ungkapan-ungkapan tersebut relatif sederhana, tetapi memiliki nilai komunikasi yang tinggi. Dengan mempelajarinya berdasarkan situasi, membuat contoh kalimat sendiri, kemudian mempraktikkannya dalam percakapan, pemelajar dapat membangun kepercayaan diri menggunakan bahasa Indonesia.

Bagi pemelajar BIPA A1, tujuan awal bukanlah langsung berbicara dengan struktur yang kompleks. Yang lebih penting adalah mampu menyampaikan kebutuhan sederhana, memahami respons lawan bicara, dan menggunakan ungkapan yang sesuai dalam situasi sehari-hari.

Karena itu, jangan hanya menghafalkan 50 ungkapan di atas. Pilih lima ungkapan terlebih dahulu, gunakan dalam kalimat, kemudian praktikkan dalam percakapan. Setelah terbiasa, lanjutkan dengan ungkapan berikutnya.

Dengan latihan yang konsisten, ungkapan sederhana yang awalnya terasa asing akan berubah menjadi bagian alami dari komunikasi bahasa Indonesia sehari-hari.




Referensi

Karima, N., Muliastuti, L., & Ekowati, S. H. (2023). Analisis keharusan pengembangan materi ajar BIPA 1 bagi pemelajar berbahasa pertama bahasa Prancis. Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (JBIPA), 5(1), 66–77. https://doi.org/10.26499/jbipa.v5i1.5996

Muliastuti, L., & Rahadhitami, C. (2016). Sahabatku Indonesia: Untuk anak sekolah tingkat A1 (BIPA 1). Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Mulyaningsih, I., & Khuzaemah, E. (2023). Bahan ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tingkat pemula berbasis budaya Cirebon. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 12(2), 320–333. https://doi.org/10.26499/rnh.v12i2.6784

100 Kata Kerja Bahasa Indonesia Sehari-hari untuk BIPA A1 Lengkap dengan Contoh Kalimat

 

Belajar bahasa Indonesia untuk pemula tidak cukup hanya dengan menghafal arti kata. Pemelajar BIPA juga perlu mengetahui bagaimana sebuah kata digunakan dalam kalimat dan situasi nyata. Salah satu kelompok kosakata yang sangat penting dipelajari sejak tingkat awal adalah kata kerja bahasa Indonesia.

Kata kerja digunakan untuk menyatakan tindakan, kegiatan, proses, atau keadaan yang dilakukan atau dialami seseorang. Dalam percakapan sehari-hari, kata kerja muncul hampir di setiap kalimat. Karena itu, menguasai kata kerja akan membantu pemelajar BIPA memahami percakapan sekaligus menyampaikan maksud dengan lebih mudah.

Contohnya, seorang pemelajar mungkin sudah mengetahui kata makan berarti eat. Namun, kemampuan berbahasa akan menjadi lebih baik jika ia juga memahami penggunaan kata tersebut dalam kalimat seperti:

Saya makan nasi.
Saya sedang makan.
Saya mau makan.
Saya sudah makan.
Apakah kamu sudah makan?

Kelima kalimat tersebut menggunakan kata kerja yang sama, tetapi memberikan informasi yang berbeda.

Artikel ini menyajikan 100 kata kerja bahasa Indonesia sehari-hari untuk BIPA A1, lengkap dengan arti, contoh kalimat, konteks penggunaan, serta latihan sederhana. Daftar ini dapat digunakan oleh pemelajar asing yang baru mulai belajar bahasa Indonesia, pengajar BIPA, maupun siapa saja yang ingin memperkaya kosakata bahasa Indonesia.

Mengapa Kata Kerja Penting untuk Pemelajar BIPA A1?

Kata kerja merupakan bagian penting dalam pembentukan kalimat sederhana. Pemelajar tingkat awal biasanya membutuhkan bahasa untuk menyampaikan kebutuhan konkret, menceritakan aktivitas harian, bertanya kepada orang lain, dan merespons percakapan.

Misalnya, ketika berada di Indonesia, seorang pemelajar mungkin perlu mengatakan:

  • Saya mau makan.

  • Saya ingin minum.

  • Saya tinggal di Jakarta.

  • Saya belajar bahasa Indonesia.

  • Saya bekerja di Bandung.

  • Saya mau pergi ke pasar.

  • Saya tidak mengerti.

  • Tolong ulang.

  • Saya suka kopi.

  • Saya punya teman Indonesia.

Kalimat-kalimat tersebut sederhana, tetapi sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Bahan pembelajaran BIPA tingkat awal juga menempatkan kosakata sehari-hari dan percakapan sederhana sebagai bagian penting dalam pembelajaran. Dengan demikian, pemelajar tidak hanya mengenal bentuk kata, tetapi juga dapat menggunakannya untuk berkomunikasi.

100 Kata Kerja Bahasa Indonesia Sehari-hari

No.Kata KerjaArti Bahasa InggrisContoh Kalimat
1makaneatSaya makan nasi setiap pagi.
2minumdrinkSaya minum air putih.
3tidursleepSaya tidur pukul sepuluh malam.
4bangunwake up / get upSaya bangun pukul lima pagi.
5manditake a bath / showerSaya mandi sebelum sarapan.
6duduksitSilakan duduk di sini.
7berdiristandSaya berdiri di depan pintu.
8berjalanwalkSaya berjalan ke toko.
9berlarirunAnak itu berlari di halaman.
10istirahatrestSaya ingin istirahat sebentar.
11belajarstudy / learnSaya belajar bahasa Indonesia.
12membacareadSaya membaca buku setiap malam.
13menuliswriteSaya menulis nama saya.
14mendengarhear / listenSaya mendengar suara musik.
15berbicaraspeak / talkSaya berbicara dengan teman.
16bertanyaaskSaya ingin bertanya.
17menjawabanswerDia menjawab pertanyaan guru.
18mengertiunderstandSaya tidak mengerti.
19memahamiunderstandSaya memahami penjelasan itu.
20mengulangrepeatTolong ulangi sekali lagi.
21memanggilcallIbu memanggil saya.
22menyapagreetSaya menyapa tetangga setiap pagi.
23bertemumeetSaya bertemu teman di kafe.
24mengobrolchat / have a conversationKami mengobrol setelah makan.
25menjelaskanexplainGuru menjelaskan materi.
26menceritakantell / narrateDia menceritakan pengalamannya.
27mengatakansayDia mengatakan bahwa dia sibuk.
28menyebutkanmention / stateTolong sebutkan nama Anda.
29menanyakanask aboutSaya menanyakan harga buku.
30menjawabanswerDia menjawab pertanyaan saya.
31pergigoSaya pergi ke pasar.
32datangcomeTeman saya datang ke rumah.
33pulanggo home / return homeSaya pulang pukul empat sore.
34berangkatleave / departSaya berangkat kerja pukul tujuh.
35tibaarriveKami tiba di Jakarta sore hari.
36masukenterSilakan masuk.
37keluargo out / exitSaya keluar dari rumah pukul delapan.
38naikget on / rideSaya naik bus ke kantor.
39turunget off / go downSaya turun di halte berikutnya.
40menyeberangcrossSaya menyeberang jalan dengan hati-hati.
41memasakcookIbu memasak nasi.
42mencuciwashSaya mencuci piring.
43membersihkancleanSaya membersihkan kamar.
44menyapusweepSaya menyapu lantai setiap pagi.
45membukaopenTolong buka pintunya.
46menutupcloseTolong tutup jendelanya.
47menyalakanturn onTolong nyalakan lampu.
48mematikanturn offJangan lupa mematikan televisi.
49menaruhput / placeSaya menaruh buku di meja.
50mengambiltake / getSaya mengambil buku dari meja.
51membelibuySaya membeli buah di pasar.
52menjualsellDia menjual makanan.
53membayarpaySaya membayar dengan uang tunai.
54memilihchooseSaya memilih baju warna biru.
55mencarilook for / searchSaya mencari sepatu hitam.
56menawarbargainSaya menawar harga baju itu.
57memesanorderSaya memesan nasi goreng.
58memerlukanneedSaya memerlukan bantuan.
59membawabring / carrySaya membawa tas.
60memberigiveDia memberi saya buku.
61sukalikeSaya suka kopi.
62tidak sukadislikeSaya tidak suka makanan pedas.
63senangbe happy / gladSaya senang bertemu dengan Anda.
64sedihbe sadDia sedih hari ini.
65takutbe afraidSaya takut naik pesawat.
66khawatirworrySaya khawatir terlambat.
67ingatrememberSaya ingat namanya.
68lupaforgetSaya lupa membawa payung.
69berharaphopeSaya berharap cuaca cerah.
70mauwant / be willingSaya mau minum kopi.
71tahuknowSaya tahu tempat itu.
72kenalknow / be acquainted withSaya kenal dia.
73punyahaveSaya punya dua saudara.
74tinggallive / staySaya tinggal di Indonesia.
75bekerjaworkSaya bekerja di Jakarta.
76membantuhelpTeman saya membantu saya.
77menungguwaitSaya menunggu bus.
78mengikutifollow / participate inSaya mengikuti kelas bahasa Indonesia.
79menggunakanuseSaya menggunakan komputer setiap hari.
80mencobatrySaya mencoba makanan Indonesia.
81memakaiwear / useSaya memakai sepatu hitam.
82membutuhkanneedSaya membutuhkan informasi.
83membuatmakeSaya membuat kopi.
84menggunakanuseSaya menggunakan aplikasi itu.
85menyukailikeSaya menyukai makanan Indonesia.
86memahamiunderstandSaya memahami pertanyaannya.
87mengetahuiknowSaya mengetahui informasi itu.
88mengunjungivisitSaya mengunjungi museum.
89menginapstay overnightKami menginap di hotel.
90berliburgo on vacationSaya berlibur di Bali.
91bermainplayAnak-anak bermain di taman.
92menontonwatchSaya menonton film.
93mendengarkanlistenSaya mendengarkan musik.
94memotrettake a photographSaya memotret pemandangan.
95mengirimsendSaya mengirim pesan kepada teman.
96menerimareceiveSaya menerima pesan dari teman.
97membukaopenSaya membuka buku.
98menutupcloseSaya menutup pintu.
99membacareadSaya membaca berita.
100menuliswriteSaya menulis pesan dalam bahasa Indonesia.

Cara Mengingat 100 Kata Kerja dengan Lebih Mudah

Menghafalkan 100 kata sekaligus bukan cara yang paling efektif. Pemelajar BIPA sebaiknya mengelompokkan kosakata berdasarkan situasi.

Misalnya, hari pertama belajar sepuluh kata:

makan, minum, tidur, bangun, mandi, duduk, berdiri, berjalan, belajar, bekerja.

Kemudian buat satu cerita pendek:

Saya bangun pukul enam pagi. Saya mandi lalu makan. Setelah itu, saya pergi bekerja. Di kantor, saya duduk dan bekerja. Saat istirahat, saya minum kopi. Setelah bekerja, saya pulang dan belajar bahasa Indonesia. Malam hari, saya membaca buku sebelum tidur.

Dengan cara tersebut, sepuluh kata tidak dipelajari sebagai daftar terpisah. Semua kata ditempatkan dalam satu konteks.

Cara kedua adalah membuat pertanyaan.

Apa yang Anda lakukan setiap pagi?

Jawaban:

Saya bangun, mandi, makan, lalu bekerja.

Pertanyaan berikutnya:

Apa yang Anda lakukan setelah bekerja?

Saya pulang dan beristirahat.

Latihan seperti ini membuat pemelajar terbiasa menggunakan kata kerja secara aktif.

Kata Kerja Dasar dan Kata Kerja Berimbuhan

Pemelajar BIPA juga akan menemukan perbedaan antara bentuk dasar dan bentuk berimbuhan.

Contohnya:

baca → membaca

tulis → menulis

masak → memasak

sapu → menyapu

pakai → memakai

ambil → mengambil

Bentuk berimbuhan sering digunakan ketika kata kerja tersebut menjadi predikat dalam kalimat.

Contoh:

Saya membaca buku.

Dia menulis surat.

Ibu memasak nasi.

Namun, dalam percakapan sehari-hari, bentuk dasar juga sering muncul dalam konteks tertentu.

Contoh:

Saya mau makan.

Jangan lupa tidur.

Tolong ambil buku itu.

Karena itu, pemelajar tidak perlu menganggap bahwa semua kata kerja selalu digunakan dalam satu bentuk.

Perbedaan “Mau”, “Ingin”, dan “Akan”

Tiga kata ini sering membingungkan pemelajar bahasa Indonesia.

Mau

Lebih umum dalam percakapan.

Saya mau makan.

Ingin

Menunjukkan keinginan dan dapat terdengar sedikit lebih netral.

Saya ingin belajar bahasa Indonesia.

Akan

Biasanya menunjukkan sesuatu yang akan dilakukan.

Saya akan pergi besok.

Perhatikan perbedaannya:

Saya mau pergi.

Artinya saya mempunyai keinginan untuk pergi.

Saya akan pergi.

Artinya saya menyatakan rencana atau tindakan yang akan dilakukan.

Perbedaan “Pergi”, “Berangkat”, dan “Pulang”

Ketiga kata ini juga sangat berguna bagi pemelajar BIPA.

Pergi berarti bergerak menuju tempat lain.

Saya pergi ke pasar.

Berangkat menekankan tindakan meninggalkan tempat untuk memulai perjalanan atau kegiatan.

Saya berangkat kerja pukul tujuh.

Pulang berarti kembali ke rumah atau tempat asal.

Saya pulang pukul empat.

Contoh dalam satu cerita:

Saya berangkat kerja pukul tujuh. Saya pergi ke kantor dengan bus. Setelah selesai bekerja, saya pulang pukul empat.

Perbedaan “Tahu” dan “Kenal”

Ini merupakan salah satu pasangan kata yang sebaiknya dipelajari sejak awal.

Tahu digunakan untuk informasi.

Saya tahu alamatnya.

Kenal digunakan ketika seseorang sudah mengenal orang atau sesuatu.

Saya kenal Maria.

Contoh:

Apakah kamu tahu nama restoran itu?

Berbeda dengan:

Apakah kamu kenal pemilik restoran itu?

Kalimat pertama menanyakan pengetahuan tentang informasi. Kalimat kedua menanyakan apakah seseorang mengenal orang tertentu.

Perbedaan “Membawa” dan “Mengambil”

Membawa berarti membawa sesuatu dari satu tempat ke tempat lain.

Saya membawa buku ke kelas.

Mengambil berarti mengambil sesuatu dari suatu tempat atau mendapatkan sesuatu.

Saya mengambil buku dari meja.

Perhatikan arah tindakannya:

Saya membawa buku ke kelas.

Saya mengambil buku dari meja.

Memahami perbedaan seperti ini jauh lebih bermanfaat daripada hanya menghafalkan terjemahan bahasa Inggris.

Latihan 1: Pilih Kata Kerja yang Tepat

Pilih kata yang tepat untuk melengkapi kalimat berikut.

  1. Saya ___ nasi setiap pagi.

  2. Dia ___ di Jakarta.

  3. Kami ___ bus ke kantor.

  4. Tolong ___ pintu itu.

  5. Saya ___ bahasa Indonesia.

  6. Mereka ___ film di rumah.

  7. Saya ___ teman di kafe.

  8. Ibu ___ makanan di dapur.

  9. Saya ___ buku di perpustakaan.

  10. Dia ___ pesan kepada saya.

Pilihan:

makan – tinggal – naik – membuka – belajar – menonton – bertemu – memasak – membaca – mengirim

Jawaban

  1. makan

  2. tinggal

  3. naik

  4. membuka

  5. belajar

  6. menonton

  7. bertemu

  8. memasak

  9. membaca

  10. mengirim

Latihan 2: Buat Kalimat Sendiri

Gunakan kata kerja berikut untuk membuat kalimat.

  1. pergi

  2. datang

  3. belajar

  4. bekerja

  5. membaca

  6. menulis

  7. membeli

  8. memasak

  9. menunggu

  10. membantu

Contoh:

Saya pergi ke pasar.

Pemelajar dapat mengganti subjek, tempat, waktu, dan objek.

Contoh:

Maria pergi ke sekolah.

John pergi ke kantor.

Saya pergi ke perpustakaan.

Dengan satu kata kerja, pemelajar dapat membuat banyak variasi kalimat.

Latihan 3: Ceritakan Aktivitas Harian

Gunakan minimal sepuluh kata kerja untuk menceritakan aktivitas sehari-hari.

Contoh:

Saya bangun pukul enam pagi. Saya mandi dan sarapan. Setelah itu, saya pergi bekerja. Saya naik bus ke kantor. Di kantor, saya bekerja dan berbicara dengan teman. Saat istirahat, saya makan dan minum kopi. Sore hari, saya pulang. Setelah sampai di rumah, saya beristirahat dan membaca buku. Malam hari, saya belajar bahasa Indonesia sebelum tidur.

Perhatikan bahwa latihan seperti ini mengubah kosakata pasif menjadi kemampuan berbahasa aktif.

Tips untuk Pemelajar BIPA: Jangan Menghafal Kata Secara Terpisah

Kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah menghafal:

makan = eat
minum = drink
pergi = go
datang = come
membaca = read

Cara tersebut memang membantu pada tahap awal, tetapi belum cukup untuk komunikasi.

Lebih baik belajar dalam bentuk kata + pasangan kata + kalimat.

Contoh:

makan

  • makan nasi

  • makan pagi

  • makan siang

  • makan malam

  • sudah makan

  • mau makan

Kemudian buat kalimat:

Saya sudah makan.

Kamu mau makan?

Saya makan nasi.

Cara ini membuat sebuah kata lebih mudah diingat karena pemelajar memahami bagaimana kata tersebut digunakan.

Penutup

Menguasai kata kerja bahasa Indonesia merupakan salah satu langkah penting bagi pemelajar BIPA A1. Dengan mengetahui kata kerja yang sering digunakan, pemelajar dapat mulai membicarakan aktivitas sehari-hari, menyampaikan kebutuhan, bertanya, menjawab, dan melakukan percakapan sederhana.

Tidak perlu menghafalkan 100 kata dalam satu hari. Mulailah dengan sepuluh kata yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. Setelah itu, gunakan kata-kata tersebut dalam kalimat, pertanyaan, dialog, dan cerita pendek.

Yang terpenting bukan hanya mengetahui bahwa makan berarti eat atau pergi berarti go. Pemelajar perlu mengetahui kapan kata tersebut digunakan, dengan kata apa biasanya muncul, dan bagaimana memasukkannya ke dalam kalimat.

Dengan cara tersebut, belajar kosakata tidak lagi sekadar menghafal daftar kata, tetapi menjadi latihan menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan nyata.



Referensi

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2019). Sahabatku Indonesia BIPA 1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2026). BIPA Daring: Bahan pembelajaran BIPA. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Karima, N., Muliastuti, L., & Ekowati, S. H. (2023). Pengembangan materi pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing tingkat A1. Jurnal BIPA, 5(1), 66–77.

Back To Top