50 Ungkapan Bahasa Indonesia Sehari-hari untuk BIPA A1: Arti dan Contoh Kalimat
Belajar bahasa Indonesia bagi penutur asing tidak cukup hanya dengan menghafal kosakata. Pemelajar juga perlu mengetahui bagaimana sebuah kata atau ungkapan digunakan dalam percakapan nyata. Ungkapan seperti “permisi”, “silakan”, “tidak apa-apa”, atau “boleh minta tolong?” mungkin terlihat sederhana, tetapi sangat sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tingkat A1, ungkapan sederhana sangat penting karena menjadi bekal untuk berkomunikasi dalam situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pada tingkat awal, pemelajar diarahkan untuk memahami dan menggunakan bahasa dalam kebutuhan konkret, rutin, dan situasi yang sederhana.
Karena itu, mempelajari ungkapan secara langsung dalam konteks akan lebih membantu daripada hanya menghafalkan daftar kata. Misalnya, pemelajar tidak hanya mengetahui kata “tolong”, tetapi juga memahami penggunaan “Tolong bantu saya.” Dengan demikian, pemelajar dapat langsung mempraktikkannya ketika berada di sekolah, tempat kerja, rumah, toko, restoran, atau ketika berinteraksi dengan masyarakat Indonesia.
Artikel ini menyajikan 50 ungkapan bahasa Indonesia sehari-hari untuk BIPA A1. Setiap ungkapan dilengkapi dengan arti dan contoh penggunaannya agar lebih mudah dipahami oleh pemelajar pemula.
Mengapa Ungkapan Sehari-hari Penting untuk Pemelajar BIPA A1?
Pada tingkat A1, pemelajar masih membangun dasar kemampuan berbahasa. Kosakata yang digunakan biasanya berkaitan dengan identitas diri, keluarga, aktivitas harian, tempat, makanan, transportasi, waktu, dan kebutuhan sederhana.
Namun, mengetahui kosakata saja belum tentu membuat seseorang dapat berkomunikasi dengan lancar.
Contohnya, seseorang mungkin sudah mengetahui kata “makan”, “restoran”, dan “pesan”. Akan tetapi, ia tetap membutuhkan pola ungkapan seperti:
“Saya mau pesan nasi goreng.”
Ungkapan tersebut lebih dekat dengan komunikasi nyata karena dapat langsung digunakan ketika berada di restoran.
Bahan ajar BIPA tingkat awal juga perlu memperhatikan situasi komunikasi dan konteks budaya. Penelitian tentang pengembangan materi BIPA menunjukkan bahwa kebutuhan pemelajar tingkat awal berkaitan dengan penggunaan bahasa dalam situasi sehari-hari, termasuk salam, sapaan, kegiatan rutin, meminta bantuan, dan berbagai kebutuhan komunikasi dasar.
Oleh sebab itu, daftar berikut tidak hanya berisi arti secara harfiah, tetapi juga memberikan gambaran kapan ungkapan tersebut dapat digunakan.
50 Ungkapan Bahasa Indonesia Sehari-hari untuk BIPA A1
A. Salam dan Sapaan
1. Selamat pagi
Arti: Salam yang digunakan pada pagi hari.
Contoh:
“Selamat pagi, Bu.”
Ungkapan ini biasanya digunakan sejak pagi hingga menjelang siang. Pemelajar dapat menggunakannya ketika bertemu guru, teman, tetangga, atau orang lain.
2. Selamat siang
Arti: Salam yang digunakan pada siang hari.
Contoh:
“Selamat siang, Pak. Apa kabar?”
Ungkapan ini cocok digunakan ketika bertemu seseorang pada waktu siang.
3. Selamat sore
Arti: Salam yang digunakan pada waktu sore.
Contoh:
“Selamat sore. Apakah Anda sudah makan?”
Ungkapan ini umum digunakan pada sore hari sebelum malam.
4. Selamat malam
Arti: Salam yang digunakan pada malam hari.
Contoh:
“Selamat malam, sampai besok.”
Ungkapan ini dapat digunakan ketika bertemu atau menyapa seseorang pada malam hari.
5. Apa kabar?
Arti: Pertanyaan untuk menanyakan keadaan seseorang.
Contoh:
“Hai, Anna. Apa kabar?”
Jawaban yang sederhana antara lain:
“Baik, terima kasih.”
Ungkapan ini merupakan salah satu bentuk komunikasi dasar yang sangat berguna bagi pemelajar BIPA A1.
6. Sampai jumpa
Arti: Salam ketika akan berpisah dan berharap bertemu kembali.
Contoh:
“Saya pulang dulu. Sampai jumpa besok.”
Ungkapan ini terdengar ramah dan dapat digunakan dalam situasi sehari-hari.
7. Sampai nanti
Arti: Akan bertemu kembali dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Contoh:
“Saya pergi ke kantin dulu. Sampai nanti.”
Ungkapan ini cocok digunakan ketika seseorang hanya berpisah untuk sementara.
8. Hati-hati, ya
Arti: Pesan agar seseorang menjaga keselamatan atau berhati-hati.
Contoh:
“Kamu mau pergi sekarang? Hati-hati, ya.”
Kata “ya” pada akhir kalimat membuat ungkapan terdengar lebih ramah dan tidak terlalu kaku.
B. Ungkapan Sopan Santun
9. Terima kasih
Arti: Ungkapan untuk menunjukkan rasa berterima kasih.
Contoh:
“Terima kasih sudah membantu saya.”
Ini merupakan ungkapan dasar yang sangat penting dalam komunikasi bahasa Indonesia.
10. Terima kasih banyak
Arti: Bentuk terima kasih yang lebih kuat atau lebih menekankan penghargaan.
Contoh:
“Terima kasih banyak atas bantuan Anda.”
Ungkapan ini dapat digunakan ketika seseorang merasa sangat terbantu.
11. Sama-sama
Arti: Jawaban atas ucapan “terima kasih”.
Contoh:
“Terima kasih.”
“Sama-sama.”
Pemelajar BIPA sebaiknya mengingat pasangan ungkapan ini karena sangat sering muncul dalam percakapan.
12. Maaf
Arti: Ungkapan untuk meminta pengampunan atau menunjukkan penyesalan.
Contoh:
“Maaf, saya terlambat.”
“Maaf” juga dapat digunakan ketika ingin menarik perhatian seseorang secara sopan.
13. Maaf, boleh bertanya?
Arti: Permintaan izin sebelum mengajukan pertanyaan.
Contoh:
“Maaf, boleh bertanya? Di mana stasiun?”
Ungkapan ini sangat berguna ketika pemelajar ingin bertanya kepada orang yang belum dikenal.
14. Permisi
Arti: Ungkapan sopan ketika melewati seseorang, masuk ke suatu tempat, atau ingin menarik perhatian.
Contoh:
“Permisi, saya mau lewat.”
Dalam situasi tertentu, “permisi” lebih alami daripada langsung mengatakan “saya mau lewat”.
15. Silakan
Arti: Persilaan atau memberikan izin kepada seseorang.
Contoh:
“Silakan duduk.”
“Silakan masuk.”
Ungkapan ini sering digunakan di rumah, sekolah, kantor, toko, maupun tempat pelayanan.
16. Tolong
Arti: Kata yang digunakan ketika meminta bantuan.
Contoh:
“Tolong buka pintunya.”
Untuk membuat permintaan lebih sopan, pemelajar dapat menggunakan:
“Tolong bantu saya.”
17. Boleh minta tolong?
Arti: Permintaan bantuan dengan cara yang sopan.
Contoh:
“Boleh minta tolong? Saya tidak mengerti.”
Ungkapan ini sangat berguna untuk pemelajar pemula karena dapat digunakan dalam berbagai situasi.
18. Tidak apa-apa
Arti: Tidak masalah atau tidak perlu dikhawatirkan.
Contoh:
“Maaf, saya terlambat.”
“Tidak apa-apa.”
Ungkapan ini juga sering digunakan untuk menenangkan seseorang.
C. Ungkapan untuk Memahami Percakapan
19. Saya tidak mengerti
Arti: Menyatakan bahwa seseorang belum memahami sesuatu.
Contoh:
“Maaf, saya tidak mengerti.”
Ungkapan ini sangat penting bagi pemelajar BIPA karena membantu mereka meminta penjelasan ketika menemukan bahasa yang belum dipahami.
20. Saya mengerti
Arti: Menyatakan bahwa seseorang sudah memahami informasi.
Contoh:
“Apakah Anda mengerti?”
“Ya, saya mengerti.”
21. Bisa ulangi?
Arti: Meminta seseorang mengatakan kembali sesuatu.
Contoh:
“Maaf, bisa ulangi?”
Ungkapan ini berguna ketika lawan bicara berbicara terlalu cepat atau suara kurang terdengar.
22. Bisa bicara lebih pelan?
Arti: Meminta seseorang berbicara dengan kecepatan yang lebih lambat.
Contoh:
“Maaf, bisa bicara lebih pelan?”
Ini merupakan ungkapan yang sangat praktis bagi pembelajar bahasa pada tingkat awal.
23. Apa artinya?
Arti: Pertanyaan untuk mengetahui arti suatu kata atau ungkapan.
Contoh:
“Apa arti kata ‘ramai’?”
Dalam percakapan sehari-hari, bentuk “Apa artinya?” juga sering digunakan.
24. Bagaimana cara mengatakannya?
Arti: Pertanyaan tentang cara menyampaikan sesuatu dalam bahasa tertentu.
Contoh:
“Bagaimana cara mengatakannya dalam bahasa Indonesia?”
Ungkapan ini membantu pemelajar ketika ingin menemukan kosakata yang belum diketahui.
25. Bisa tolong jelaskan?
Arti: Meminta seseorang memberikan penjelasan.
Contoh:
“Bisa tolong jelaskan lagi?”
Ungkapan ini cocok digunakan di kelas atau ketika berbicara dengan seseorang yang sedang memberikan informasi.
D. Ungkapan untuk Meminta dan Memberikan Informasi
26. Di mana ...?
Arti: Pertanyaan untuk mengetahui lokasi.
Contoh:
“Di mana toilet?”
“Di mana stasiun?”
Pola ini merupakan salah satu pola pertanyaan dasar yang penting untuk BIPA A1.
27. Ada di mana?
Arti: Menanyakan lokasi seseorang atau sesuatu.
Contoh:
“Restoran itu ada di mana?”
Ungkapan ini sering digunakan dalam percakapan informal.
28. Berapa harganya?
Arti: Pertanyaan untuk mengetahui harga.
Contoh:
“Berapa harganya, Bu?”
Ungkapan ini sangat berguna ketika berbelanja di pasar, toko, atau tempat lain.
29. Saya mau ...
Arti: Menyatakan keinginan.
Contoh:
“Saya mau membeli air.”
“Saya mau makan.”
Pola “Saya mau + kata kerja” sangat mudah dipelajari oleh pemelajar tingkat A1.
30. Saya ingin ...
Arti: Menyatakan keinginan dengan bentuk yang relatif lebih formal.
Contoh:
“Saya ingin belajar bahasa Indonesia.”
“ Saya ingin ...” dapat digunakan dalam situasi umum, sedangkan “saya mau ...” sangat lazim dalam percakapan sehari-hari.
31. Saya tidak mau ...
Arti: Menyatakan bahwa seseorang tidak menginginkan sesuatu.
Contoh:
“Saya tidak mau kopi. Saya mau teh.”
Ungkapan ini dapat digunakan untuk menyampaikan pilihan sederhana.
32. Saya suka ...
Arti: Menyatakan kesukaan.
Contoh:
“Saya suka makanan Indonesia.”
33. Saya tidak suka ...
Arti: Menyatakan ketidaksukaan.
Contoh:
“Saya tidak suka makanan pedas.”
Ungkapan ini berguna ketika membicarakan makanan, minuman, kegiatan, atau hobi.
E. Ungkapan dalam Situasi Makan dan Berbelanja
34. Sudah makan?
Arti: Pertanyaan untuk menanyakan apakah seseorang sudah makan.
Contoh:
“Halo, sudah makan?”
Dalam budaya Indonesia, pertanyaan tentang makan dapat menjadi bentuk perhatian atau sapaan. Tidak selalu berarti seseorang benar-benar sedang mengajak makan.
35. Selamat makan
Arti: Ucapan kepada seseorang yang akan atau sedang makan.
Contoh:
“Makanannya sudah datang. Selamat makan!”
Ungkapan ini sering digunakan dalam situasi makan bersama.
36. Mau pesan apa?
Arti: Pertanyaan tentang makanan atau minuman yang ingin dipesan.
Contoh:
“Mau pesan apa?”
“Saya mau pesan nasi goreng.”
Ungkapan ini sangat berguna ketika belajar percakapan di restoran atau warung.
37. Saya pesan ...
Arti: Menyatakan makanan atau minuman yang ingin dipesan.
Contoh:
“Saya pesan satu nasi goreng dan satu teh.”
Pola ini dapat langsung dipraktikkan dalam kegiatan bermain peran di kelas BIPA.
38. Ada yang lebih murah?
Arti: Pertanyaan untuk mencari barang dengan harga lebih rendah.
Contoh:
“Ada yang lebih murah?”
Ungkapan ini berguna ketika berbelanja di pasar atau toko.
39. Saya lihat-lihat dulu
Arti: Menyatakan bahwa seseorang ingin melihat barang terlebih dahulu sebelum membeli.
Contoh:
“Mau membeli apa?”
“Saya lihat-lihat dulu.”
Ungkapan ini sangat khas dalam situasi berbelanja dan penting untuk diketahui pemelajar karena maknanya tidak selalu dapat dipahami jika diterjemahkan kata per kata.
40. Ada ukuran lain?
Arti: Menanyakan apakah tersedia ukuran yang berbeda.
Contoh:
“Baju ini terlalu kecil. Ada ukuran lain?”
Ungkapan ini dapat digunakan ketika membeli pakaian, sepatu, atau barang yang memiliki ukuran berbeda.
F. Ungkapan untuk Aktivitas Sehari-hari
41. Saya sedang ...
Arti: Menyatakan kegiatan yang sedang dilakukan.
Contoh:
“Saya sedang belajar.”
“Saya sedang makan.”
Pola ini membantu pemelajar menjelaskan aktivitas yang sedang berlangsung.
42. Sebentar, ya
Arti: Meminta seseorang menunggu dalam waktu singkat.
Contoh:
“Sebentar, ya. Saya ambil buku dulu.”
Ungkapan ini sangat umum dalam percakapan informal.
43. Tunggu sebentar
Arti: Meminta seseorang menunggu sebentar.
Contoh:
“Tunggu sebentar. Saya segera datang.”
Bentuk ini lebih langsung daripada “Sebentar, ya”.
44. Saya segera kembali
Arti: Menyatakan bahwa seseorang akan kembali dalam waktu tidak lama.
Contoh:
“Saya pergi sebentar. Saya segera kembali.”
Ungkapan ini cocok digunakan ketika seseorang meninggalkan tempat untuk sementara.
45. Saya sudah selesai
Arti: Menyatakan bahwa suatu kegiatan telah selesai dilakukan.
Contoh:
“Saya sudah selesai makan.”
“Saya sudah selesai belajar.”
46. Belum selesai
Arti: Menyatakan bahwa suatu kegiatan masih berlangsung.
Contoh:
“Apakah tugasnya sudah selesai?”
“Belum selesai.”
Ungkapan ini merupakan bentuk sederhana untuk menjelaskan keadaan atau proses.
47. Tunggu dulu
Arti: Meminta seseorang menunggu sebelum melakukan sesuatu.
Contoh:
“Tunggu dulu. Saya belum siap.”
Kata “dulu” di sini memberikan makna bahwa tindakan tersebut perlu ditunda sementara.
G. Ungkapan Persetujuan dan Respons
48. Baik
Arti: Menunjukkan penerimaan, persetujuan, atau kesediaan.
Contoh:
“Besok kita belajar pukul sembilan.”
“Baik.”
Ungkapan “baik” dapat digunakan dalam situasi formal maupun netral.
49. Tidak masalah
Arti: Tidak ada persoalan atau keberatan.
Contoh:
“Apakah saya boleh datang terlambat sedikit?”
“Tidak masalah.”
Ungkapan ini memiliki fungsi yang mirip dengan “tidak apa-apa”, tetapi konteks penggunaannya dapat sedikit berbeda.
50. Sampai besok
Arti: Salam perpisahan ketika kedua orang diperkirakan akan bertemu kembali pada hari berikutnya.
Contoh:
“Terima kasih untuk hari ini.”
“Sama-sama. Sampai besok!”
Ungkapan ini sederhana, tetapi sangat berguna bagi pemelajar yang mulai berinteraksi secara rutin dengan teman, guru, atau rekan kerja.
Bonus: Cara Mudah Menghafal 50 Ungkapan Bahasa Indonesia
Menghafalkan 50 ungkapan sekaligus mungkin terasa berat bagi pemelajar BIPA A1. Cara yang lebih efektif adalah mempelajarinya berdasarkan situasi.
Misalnya, hari pertama fokus pada ungkapan salam:
Selamat pagi
Selamat siang
Selamat sore
Selamat malam
Apa kabar?
Sampai jumpa
Sampai nanti
Hati-hati, ya
Hari berikutnya dapat dilanjutkan dengan ungkapan sopan santun:
Terima kasih
Terima kasih banyak
Sama-sama
Maaf
Permisi
Silakan
Tolong
Boleh minta tolong?
Tidak apa-apa
Dengan cara tersebut, pemelajar tidak hanya mengingat bentuk bahasa, tetapi juga menghubungkannya dengan situasi komunikasi tertentu.
Jangan Hanya Menghafal, tetapi Gunakan dalam Percakapan
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan ketika belajar bahasa asing adalah menghafalkan banyak kata tanpa menggunakannya.
Misalnya, pemelajar sudah hafal kata:
makan, minum, pergi, belajar, membeli, restoran, air, dan harga.
Namun, hafalan tersebut akan lebih bermanfaat apabila digunakan menjadi kalimat:
“Saya mau makan.”
“Saya mau minum.”
“Saya mau pergi.”
“Berapa harganya?”
“Saya pesan satu nasi goreng.”
Dengan latihan seperti itu, pemelajar mulai memahami bagaimana kosakata bekerja dalam komunikasi.
Pembelajaran BIPA tingkat awal memang sebaiknya dekat dengan kebutuhan komunikasi nyata. Penelitian mengenai materi BIPA 1 menunjukkan pentingnya kosakata kehidupan sehari-hari, struktur kalimat sederhana, pertanyaan sederhana, serta aktivitas komunikasi yang dapat digunakan dalam situasi nyata.
Perhatikan Tingkat Kesopanan
Pemelajar BIPA juga perlu memahami bahwa bahasa Indonesia mempunyai beberapa pilihan ungkapan yang maknanya hampir sama, tetapi tingkat kesopanannya dapat berbeda.
Perhatikan contoh berikut:
“Tunggu!”
Kalimat tersebut dapat terdengar cukup langsung.
Sementara itu:
“Tunggu sebentar, ya.”
terdengar lebih ramah dalam banyak situasi percakapan.
Contoh lain:
“Apa?”
dapat digunakan dalam situasi tertentu, tetapi ketika tidak memahami ucapan orang lain, bentuk berikut biasanya lebih aman:
“Maaf, bisa ulangi?”
atau
“Maaf, saya tidak mengerti.”
Demikian pula ketika ingin meminta bantuan. Daripada hanya mengatakan:
“Bantu saya!”
pemelajar dapat menggunakan:
“Boleh minta tolong?”
atau:
“Tolong bantu saya.”
Kemampuan memilih ungkapan yang sesuai situasi merupakan bagian penting dari kemampuan berkomunikasi, bukan sekadar kemampuan menerjemahkan kata.
Contoh Percakapan Singkat Menggunakan Ungkapan BIPA A1
Berikut contoh percakapan yang menggabungkan beberapa ungkapan di atas.
Anna: Selamat pagi, Rina.
Rina: Selamat pagi. Apa kabar?
Anna: Baik, terima kasih. Kamu?
Rina: Saya juga baik.
Anna: Maaf, boleh bertanya?
Rina: Silakan.
Anna: Di mana kantin?
Rina: Kantin ada di sebelah kelas.
Anna: Terima kasih.
Rina: Sama-sama.
Anna: Saya mau makan dulu.
Rina: Baik. Sampai nanti.
Anna: Sampai nanti. Hati-hati, ya.
Percakapan tersebut sederhana, tetapi sudah memuat beberapa fungsi komunikasi yang penting bagi pemelajar A1, yaitu menyapa, menanyakan kabar, meminta izin bertanya, meminta informasi, mengucapkan terima kasih, merespons ucapan terima kasih, menyampaikan keinginan, dan mengakhiri percakapan.
Tips Latihan untuk Pemelajar BIPA A1
Agar 50 ungkapan di atas tidak hanya menjadi daftar hafalan, cobalah menggunakan metode “1 ungkapan, 1 situasi”.
Pilih satu ungkapan setiap hari dan tentukan situasi penggunaannya.
Contohnya:
Hari Senin — “Permisi”
Situasi: ingin melewati seseorang.
Kalimat:
“Permisi, saya mau lewat.”
Hari Selasa — “Boleh minta tolong?”
Situasi: membutuhkan bantuan.
Kalimat:
“Boleh minta tolong? Saya tidak tahu jalan.”
Hari Rabu — “Berapa harganya?”
Situasi: berbelanja.
Kalimat:
“Berapa harganya?”
Hari Kamis — “Saya tidak mengerti.”
Situasi: tidak memahami penjelasan.
Kalimat:
“Maaf, saya tidak mengerti.”
Hari Jumat — “Sampai jumpa.”
Situasi: mengakhiri pertemuan.
Kalimat:
“Terima kasih. Sampai jumpa.”
Latihan seperti ini membantu pemelajar menghubungkan ungkapan dengan pengalaman nyata. Untuk pembelajaran BIPA, konteks juga penting karena bahasa digunakan bukan hanya untuk membentuk kalimat yang benar, tetapi untuk melakukan tindakan komunikasi tertentu.
Kesimpulan
Menguasai ungkapan bahasa Indonesia sehari-hari merupakan langkah penting bagi pemelajar BIPA A1. Lima puluh ungkapan yang dibahas dalam artikel ini mencakup berbagai situasi dasar, mulai dari menyapa, meminta bantuan, bertanya, berbelanja, makan, memahami percakapan, sampai mengakhiri pertemuan.
Beberapa ungkapan yang sebaiknya diprioritaskan oleh pemelajar pemula adalah:
“Apa kabar?”, “Terima kasih”, “Sama-sama”, “Maaf”, “Permisi”, “Silakan”, “Tolong”, “Boleh minta tolong?”, “Saya tidak mengerti”, “Bisa ulangi?”, “Berapa harganya?”, “Saya mau ...”, “Tidak apa-apa”, dan “Sampai jumpa.”
Ungkapan-ungkapan tersebut relatif sederhana, tetapi memiliki nilai komunikasi yang tinggi. Dengan mempelajarinya berdasarkan situasi, membuat contoh kalimat sendiri, kemudian mempraktikkannya dalam percakapan, pemelajar dapat membangun kepercayaan diri menggunakan bahasa Indonesia.
Bagi pemelajar BIPA A1, tujuan awal bukanlah langsung berbicara dengan struktur yang kompleks. Yang lebih penting adalah mampu menyampaikan kebutuhan sederhana, memahami respons lawan bicara, dan menggunakan ungkapan yang sesuai dalam situasi sehari-hari.
Karena itu, jangan hanya menghafalkan 50 ungkapan di atas. Pilih lima ungkapan terlebih dahulu, gunakan dalam kalimat, kemudian praktikkan dalam percakapan. Setelah terbiasa, lanjutkan dengan ungkapan berikutnya.
Dengan latihan yang konsisten, ungkapan sederhana yang awalnya terasa asing akan berubah menjadi bagian alami dari komunikasi bahasa Indonesia sehari-hari.
Referensi
Karima, N., Muliastuti, L., & Ekowati, S. H. (2023). Analisis keharusan pengembangan materi ajar BIPA 1 bagi pemelajar berbahasa pertama bahasa Prancis. Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (JBIPA), 5(1), 66–77. https://doi.org/10.26499/jbipa.v5i1.5996
Muliastuti, L., & Rahadhitami, C. (2016). Sahabatku Indonesia: Untuk anak sekolah tingkat A1 (BIPA 1). Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Mulyaningsih, I., & Khuzaemah, E. (2023). Bahan ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tingkat pemula berbasis budaya Cirebon. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 12(2), 320–333. https://doi.org/10.26499/rnh.v12i2.6784