"Menjelajah Bahasa Indonesia, Memaknai Sastra"

Bahasa Indonesia mempersatukan hati, pikiran, dan langkah anak bangsa. Melalui bahasa, tumbuh cinta tanah air, identitas, dan semangat persatuan. Bahasa menjadi jembatan ilmu, literasi, dan kreativitas bagi generasi penerus. Dari sanalah lahir generasi cerdas yang mengharumkan dan membanggakan Indonesia.

Pengertian dan Fungsi Afiksasi dalam Bahasa Indonesia: Jenis, Penggunaan Afiks, dan Pembentukan Kata

 


Dalam bahasa Indonesia, kata-kata yang digunakan dalam komunikasi sehari-hari tidak selalu berbentuk sederhana. Banyak kata mengalami perubahan bentuk sehingga menghasilkan makna dan fungsi yang berbeda. Misalnya, kata baca dapat berkembang menjadi membaca, pembaca, bacaan, dan membacakan. Perubahan tersebut terjadi karena adanya proses penambahan unsur tertentu yang disebut afiksasi.

Afiksasi merupakan salah satu proses morfologis yang sangat penting dalam pembentukan kata bahasa Indonesia. Melalui proses ini, sebuah bentuk dasar dapat mengalami perubahan kelas kata, perubahan makna, maupun perubahan fungsi dalam kalimat.

Contohnya:

  • tulis → menulis
  • ajar → mengajar
  • kerja → pekerjaan
  • indah → keindahan

Tanpa adanya proses afiksasi, perkembangan kosakata bahasa Indonesia akan menjadi sangat terbatas. Oleh karena itu, pemahaman mengenai afiksasi sangat penting dalam kajian linguistik, pembelajaran bahasa, keterampilan menulis, serta penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Artikel ini membahas secara lengkap mengenai pengertian afiksasi, fungsi afiks, jenis-jenis afiks, serta penggunaannya dalam pembentukan kata bahasa Indonesia.

Pengertian Afiksasi

Afiksasi adalah proses pembentukan kata dengan cara menambahkan afiks (imbuhan) pada bentuk dasar sehingga menghasilkan kata baru.

Afiks merupakan unsur bahasa yang tidak dapat berdiri sendiri dan harus melekat pada bentuk lain. Bentuk dasar yang mendapatkan tambahan afiks akan mengalami perubahan bentuk dan biasanya juga mengalami perubahan makna.

Contoh:

baca + meN- → membaca

Kata dasar:

  • baca = melakukan kegiatan membaca

Setelah mendapat imbuhan:

  • membaca = melakukan aktivitas membaca

Pada contoh tersebut, penambahan afiks meN- membuat kata dasar baca berubah menjadi kata kerja.

Hakikat Afiksasi dalam Morfologi

Dalam kajian morfologi, afiksasi termasuk salah satu proses pembentukan kata selain:

  1. Reduplikasi (pengulangan kata)
  2. Komposisi (penggabungan kata)

Afiksasi menjadi proses yang sangat produktif dalam bahasa Indonesia karena dapat menghasilkan banyak kata baru.

Misalnya dari bentuk dasar:

ajar

dapat terbentuk:

  • belajar
  • mengajar
  • pengajar
  • pelajaran
  • pembelajaran

Satu bentuk dasar dapat menghasilkan banyak kata dengan fungsi dan makna yang berbeda.

Unsur-Unsur dalam Afiksasi

Dalam proses afiksasi terdapat beberapa unsur utama.

1. Bentuk Dasar

Bentuk dasar adalah kata atau unsur yang menjadi dasar pembentukan kata baru.

Contoh:

  • baca
  • tulis
  • main
  • kerja
  • indah

Bentuk dasar dapat mengalami proses afiksasi.

Contoh:

tulis + meN-

→ menulis

2. Afiks (Imbuhan)

Afiks adalah unsur tambahan yang melekat pada bentuk dasar.

Contoh afiks:

  • ber-
  • meN-
  • peN-
  • ter-
  • ke-
  • -an
  • -kan
  • -i

Afiks tidak memiliki makna sempurna jika berdiri sendiri, tetapi memberikan fungsi tertentu ketika melekat pada kata dasar.

3. Kata Berimbuhan

Hasil dari proses afiksasi disebut kata berimbuhan.

Contoh:

  • membaca
  • penulis
  • pekerjaan
  • keindahan
  • permainan

Fungsi Afiksasi dalam Pembentukan Kata

Afiksasi memiliki beberapa fungsi penting dalam bahasa Indonesia.

1. Membentuk Kata Baru

Fungsi utama afiksasi adalah membentuk kata baru dari bentuk dasar.

Contoh:

kata dasar:

tulis

mengalami afiksasi:

  • menulis
  • penulis
  • tulisan

Ketiga kata tersebut memiliki bentuk dan fungsi berbeda.

2. Mengubah Kelas Kata

Afiksasi dapat mengubah kategori atau kelas suatu kata.

Contoh:

Kata sifat → kata benda

indah

keindahan

Kata indah merupakan kata sifat, sedangkan keindahan merupakan kata benda.

Kata benda → kata kerja

gambar

menggambar

Kata gambar sebagai benda berubah menjadi kegiatan.

Kata kerja → kata benda

baca

pembaca

Kata pembaca berarti orang yang melakukan kegiatan membaca.

3. Membentuk Makna Baru

Afiksasi dapat menghasilkan makna baru.

Contoh:

rumah

mendapat awalan peN-

perumahan

Maknanya bukan sekadar rumah, tetapi kumpulan atau kawasan rumah.

Contoh lain:

main

→ permainan

Makna berubah menjadi sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan bermain.

4. Menunjukkan Fungsi Gramatikal

Afiks dapat menunjukkan hubungan kata dalam kalimat.

Contoh:

Ani membaca buku.

Kata membaca menunjukkan bahwa Ani melakukan suatu tindakan.

Awalan meN- berfungsi membentuk kata kerja aktif.

Jenis-Jenis Afiks dalam Bahasa Indonesia

Dalam bahasa Indonesia terdapat beberapa jenis afiks berdasarkan posisinya.

1. Prefiks (Awalan)

Prefiks adalah afiks yang diletakkan di awal bentuk dasar.

Rumus:

Prefiks + kata dasar

Contoh:

ber- + jalan

→ berjalan

meN- + baca

→ membaca

peN- + tulis

→ penulis

Contoh Prefiks dan Fungsinya

Awalan ber-

Fungsi:

Membentuk kata kerja.

Contoh:

  • bermain
  • berjalan
  • bekerja

Makna:

melakukan suatu kegiatan.

Awalan meN-

Fungsi:

Membentuk kata kerja aktif.

Contoh:

  • membaca
  • menulis
  • mengajar

Makna:

melakukan suatu tindakan.

Awalan peN-

Fungsi:

Membentuk kata benda yang menyatakan pelaku atau alat.

Contoh:

  • penulis
  • pembaca
  • penghapus

Awalan ter-

Fungsi:

Menunjukkan keadaan, ketidaksengajaan, atau tingkat paling.

Contoh:

  • tertutup
  • terjatuh
  • terbaik

2. Sufiks (Akhiran)

Sufiks adalah afiks yang diletakkan di akhir kata dasar.

Rumus:

kata dasar + sufiks

Contoh:

baca + -an

→ bacaan

tulis + -an

→ tulisan

Jenis Sufiks

Akhiran -an

Fungsi:

Membentuk kata benda.

Contoh:

  • makanan
  • minuman
  • tulisan

Akhiran -kan

Fungsi:

Membentuk kata kerja.

Contoh:

  • bacakan
  • tuliskan
  • jelaskan

Akhiran -i

Fungsi:

Membentuk kata kerja yang menunjukkan tindakan terhadap objek.

Contoh:

  • isi → mengisi
  • lengkapi → melengkapi

3. Infiks (Sisipan)

Infiks adalah afiks yang disisipkan ke tengah bentuk dasar.

Dalam bahasa Indonesia modern, penggunaan infiks tidak terlalu produktif.

Contoh:

gigi

→ gerigi

tunjuk

→ telunjuk

sambung

→ sinambung

4. Konfiks

Konfiks adalah gabungan awalan dan akhiran yang melekat secara bersamaan pada kata dasar.

Rumus:

konfiks + kata dasar + konfiks

Contoh:

ke- + indah + -an

→ keindahan

peN- + didik + -an

→ pendidikan

Penggunaan Afiks dalam Pembentukan Kata

Penggunaan afiks dalam bahasa Indonesia mengikuti aturan tertentu.

1. Afiks Pembentuk Kata Kerja

Afiks yang banyak membentuk kata kerja adalah:

  • meN-
  • ber-
  • ter-
  • -kan
  • -i

Contoh:

baca

→ membaca

lari

→ berlari

jatuh

→ terjatuh

2. Afiks Pembentuk Kata Benda

Afiks yang sering membentuk kata benda:

  • peN-
  • ke-an
  • -an

Contoh:

tulis

→ penulis

indah

→ keindahan

makan

→ makanan

3. Afiks Pembentuk Kata Sifat

Beberapa afiks dapat membentuk kata sifat.

Contoh:

  • ter-
  • se-

Contoh:

baik

→ terbaik

indah

→ seindah

Perubahan Bentuk Afiks meN-

Salah satu bagian penting dalam afiksasi bahasa Indonesia adalah perubahan bentuk awalan meN-.

Awalan meN- memiliki beberapa bentuk sesuai dengan bunyi awal kata dasar.

Contoh:

meN- menjadi mem-

Sebelum b, p, f

Contoh:

  • membaca
  • memukul
  • memfitnah

meN- menjadi men-

Sebelum t, d, c, j

Contoh:

  • menulis
  • mendengar
  • mencari

meN- menjadi meng-

Sebelum k, g, h, vokal

Contoh:

  • mengirim
  • menggambar
  • mengambil

meN- menjadi meny-

Sebelum s

Contoh:

  • menyapu
  • menyanyi

Perubahan bentuk tersebut terjadi agar pengucapan lebih mudah dan sesuai dengan sistem bunyi bahasa Indonesia.

Afiksasi dan Perubahan Makna

Afiks tidak hanya mengubah bentuk kata, tetapi juga memengaruhi makna.

Perhatikan:

Kata dasar: kerja

  • kerja → melakukan pekerjaan
  • bekerja → melakukan aktivitas
  • pekerja → orang yang bekerja
  • pekerjaan → sesuatu yang dikerjakan

Satu bentuk dasar dapat menghasilkan beberapa kata dengan makna berbeda.

Kesalahan Umum dalam Penggunaan Afiks

Beberapa kesalahan penggunaan afiks yang sering ditemukan antara lain:

1. Salah menggunakan awalan di-

Contoh salah:

di baca

Contoh benar:

dibaca

Awalan di- harus ditulis serangkai jika membentuk kata kerja pasif.

2. Menghilangkan imbuhan

Contoh:

"Saya baca buku."

Dalam bahasa lisan dapat diterima, tetapi dalam bahasa formal lebih tepat:

"Saya membaca buku."

3. Penggunaan imbuhan yang tidak tepat

Contoh:

"mengkoordinir"

Bentuk baku:

"Mengoordinasikan"

Peran Afiksasi dalam Bahasa Indonesia

Afiksasi memiliki peran besar dalam perkembangan bahasa Indonesia.

Dengan adanya afiksasi:

  • kosakata semakin berkembang,
  • makna dapat diperluas,
  • komunikasi menjadi lebih efektif,
  • hubungan antar kata menjadi lebih jelas.

Afiksasi juga membantu bahasa Indonesia menghasilkan istilah baru dalam berbagai bidang seperti pendidikan, teknologi, ilmu pengetahuan, dan budaya.

Kesimpulan

Afiksasi merupakan proses pembentukan kata dengan cara menambahkan afiks pada bentuk dasar sehingga menghasilkan kata baru dengan bentuk, fungsi, dan makna tertentu. Dalam bahasa Indonesia, afiksasi menjadi salah satu proses morfologis yang paling produktif karena mampu menghasilkan banyak variasi kata dari satu bentuk dasar.

Afiks memiliki berbagai jenis, yaitu prefiks, sufiks, infiks, dan konfiks. Masing-masing memiliki fungsi berbeda, seperti membentuk kata kerja, kata benda, kata sifat, menunjukkan pelaku, tindakan, keadaan, maupun makna tertentu.

Penggunaan afiks dalam bahasa Indonesia tidak hanya berkaitan dengan perubahan bentuk kata, tetapi juga perubahan kelas kata dan makna. Oleh karena itu, pemahaman mengenai afiksasi sangat penting agar penggunaan bahasa Indonesia menjadi lebih tepat, baik dalam komunikasi lisan maupun tulisan.





Referensi 

Chaer, A. (2015). Morfologi Bahasa Indonesia: Pendekatan Proses. Jakarta: Rineka Cipta.

Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Muslich, M. (2018). Tata Bentuk Bahasa Indonesia: Kajian ke Arah Tata Bahasa Deskriptif. Jakarta: Bumi Aksara.

Ramlan, M. (2009). Morfologi: Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: CV Karyono.

Verhaar, J. W. M. (2016). Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Yendra. (2018). Mengenal Ilmu Bahasa (Linguistik). Yogyakarta: Deepublish.

Labels: linguistik

Thanks for reading Pengertian dan Fungsi Afiksasi dalam Bahasa Indonesia: Jenis, Penggunaan Afiks, dan Pembentukan Kata. Please share...!

0 Komentar untuk "Pengertian dan Fungsi Afiksasi dalam Bahasa Indonesia: Jenis, Penggunaan Afiks, dan Pembentukan Kata"

Back To Top